Panduan Champion Wild Rift: Ashe - METACO
Ikuti Online Tournament Metaco
image
Panduan Champion Wild Rift: Ashe
Rafki Rahmadian Kurnia
Okt 16,2020
sharelike

Ashe menjadi salah satu champion favorit bagi para pemula. Kemampuannya yang mudah dikuasai membuatnya menjadi salah satu champion yang sering di pick oleh para pemain marksman. Namun, menggunakan Ashe tidak semudah kelihatannya.

Banyak dasar-dasar yang harus dipelajari untuk menggunakan Ashe. Tidak hanya itu, rekan setim juga harus mengetahui dasar dari Ashe agar dapat melakukan follow up terhadap engage yang dilakukan oleh Ashe. Berikut adalah Panduan Champion Wild Rift: Ashe.

Kelebihan

  • Engage yang mudah berkat ultimate
  • Memberikan slow dengan skill dan auto attack
  • Memberikan vision tambahan kepada tim

Kekurangan

  • Tidak punya escape tool
  • Lemah terhadap CC

Skill Ashe

Frost shot

Memberikan damage dari auto attack dan skill akan memperlambat target selama dua detik. Menyerang musuh yang terkena slow akibat frost shot memberikan 210 persen bonus damage (10 persen + 100 persen AD)

Critical strike Ashe tidak akan memberikan damage tambahan, namun akan memberikan slow tambahan yang berkurang sepanjang waktu.

Ranger Focus

Pasif: Memberikan 2 Fokus ketika ranger focus tidak aktif. Menyerang akan menambah stack dari ranger focus (hingga 6 stack). Stack akan berkurang seiring waktu.

Aktif: Selama enam detik berikutnya, menyerang musuh akan mengkonsumsi stack dari Ranger Focus dan memberikan tambahan attack speed dan menargetkan target dengan tembakan panah bertubi-tubi dan tambahan damage.

Volley

Menembakkan lima panah dalam bentuk kerucut dan memberikan damage (X + 110 persen AD). Musuh dapat memblokir banyak panah namun hanya mendapatkan damage dari satu panah. Volley juga akan memberikan critical slow dari frost shot.

Hawkshot

Menembakkan elang yang dapat terbang sejauh garis dan memperlihatkan area sepanjang garis terbangnya. Melakukan cast kembali akan memberikan vision di area tertentu selama lima detik. Unit yang terlihat ketika Hawkshot di cast kembali akan terlihat selama tiga detik.

Enchanted Crystal Arrow 

Menembakkan anak panah kristal es yang memberikan stun kepada musuh yang terkena pertama kali dan memberikan magic damage (X + 100 persen AP). Durasi stun akan berlangsung selama 1,5 detik hingga 3,5 detik tergantung jarak yang dilalui oleh arrow selama terbang. Menahan dan menggeser arah akan membuat anak panah berbelok namun tidak dapat berputar ke belakang.

Skill Build Ashe

Untuk dapat mencegah Ashe terkena gank dan dikejar oleh banyak musuh, Volley sangat direkomendasikan untuk di upgrade terlebih dahulu. Hal ini karena skill ini merupakan skill basic satu-satunya yang memberikan damage dan slow tanpa perlu menargetkan musuh.

Setelah early phase berakhir, tentu saja upgrade yang terbaik adalah ranger focus ditambah dengan item runaan hurricane yang membuat Ashe akan unggul di team fight melawan musuh. Sementara itu, meng-upgrade Hawkshot tidak perlu terlalu terburu-buru mengingat Hawkshot hanya memperlihatkan musuh di area.

Rune Build Ashe

Jika di versi PC Ashe sangat direkomendasikan menggunakan Lethal Tempo, di Wild Rift yang tidak memiliki Lethal Tempo tentu saja Rune yang direkomendasikan untuk Ashe sedikit berbeda. Adapun rune utama pada Ashe pada Wild Rift adalah Fleet Footwork yang membuat Ashe lebih sustain ketika berada di early phase

Selain itu, Ashe dapat menggunakan Brutal yang mengurangi armor musuh serta Regeneration yang membantunya untuk sustain selain harus bertaruh hanya pada Fleet Footwork. Terakhir, Ashe direkomendasikan menggunakan Manaflow Band mengingat Ashe sangat boros mana jika terus menerus menggunakan Volley.

Summoner’s Spell

Item Build

Sebagai champion yang dapat melakukan slow melalui auto attack-nya, tentu saja Ashe membutuhkan item yang memiliki attack speed yang kuat. Selain itu, Ashe membutuhkan damage serta lifesteal yang membuatnya sustain di early phase. Oleh karena itu, Blade of the Ruined King sangat cocok dengan Ashe yang harus memiliki ketiga elemen tersebut di early phase

Setelah itu, Ashe dapat melakukan build terhadap sepatu disusul dengan Runaan Hurricane yang membantunya fight di mid phase disusul dengan Infinity Edge dan item lainnya yang membuat Ashe menjadi monster di late phase.

Cara Bermain Sebagai Ashe

Ashe merupakan marksman yang tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dari rekan setimnya terutama saat early phase. Untuk dapat bermain sebagai Ashe dengan benar, kamu harus tau kapan waktu yang tepat untuk menggunakan skill set miliknya.

Tidak hanya itu, Enchanted Crystal Arrow milik Ashe dapat menjadi penyelamat kamu di saat genting namun juga dapat menjadi bantuan kamu saat memulai teamfight. Melakukan combo wombo sangat direkomendasikan dengan Enchanted Crystal Arrow

Pade late phase, bermain sebagai Ashe harus tahu positioning terutama saat teamfight. Tidak hanya itu, sebagai pengguna marksman sebaiknya kamu harus mempelajari kiting terlebih dahulu mengingat Ashe tidak memiliki escape tool dan hanya mengandalkan auto attack serta skill miliknya untuk membuat musuh slow.

Power spike Ashe terletak pada level lima dimana kamu dapat melakukan kill dengan combo bersama support kamu dengan CC-nya. Efektivitas ini akan semakin bertambah ketika jungler rekan datang dan melakukan ganking sehingga membuat musuh panik. Namun, mengingat Ashe merupakan marksman, kamu juga harus berhati-hati ketika bermain agresif dan jangan lupa gunakan Hawkshot untuk mengetahui posisi musuh yang tidak terlihat di map.

Artikel Terkait
Tags:
League of Legends Wild RiftWild RiftPanduan Wild Rift
Event dan Turnamen Seru