Review ZenFone Max Pro M1, Smartphone Mid Entry Sangat Kompetitif

Scene esports Indonesia saat ini memiliki dua buahgame MOBA yang dianggap sangat kompetitif sehingga kerap dipertandingkan di berbagai liga dan turnamen. Game MOBA tersebut adalah Mobile Legends dan Arena of Valor. Kedua game tersebut membutuhkan smartphone dengan spesifikasi yang lumayan tinggi agar bisa dimainkan dengan nyaman.

Melihat kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan ZenFone Max Pro M1 yang didapuk sebagai smartphone gaming mid entry berslogan limitless gaming. Ingin tahu seperti apa kemampuan ZenFone Max Pro M1 dalam urusan melahap kedua game di atas? Simak reviewnya di bawah ini.

Dipersenjatai Snapdragon 636

ASUS memilih Snapdragon 636 sebagai SoC (system on chip) ZenFone Max Pro M1. Snapdragon 636 ini menggunakan Kyro 260 sebagai otak utamanya, dengan empat buah Cortex A-73 di performance cluster dan empat buah Cortex A-53 di efficiency cluster. Sementara itu dari sisi GPU, Snapdragon 636 mempercayakan Adreno 509 untuk urusan olah grafis.

Secara teori Snapdragon 636 mampu mengangkat berbagai game berat yang membutuhkan performa di atas rata-rata. Hal ini sangat terlihat pada Arena of Valor (AOV) yang memiliki opsi high frame rate ketika kami install di ZenFone Max Pro M1.

Walaupun di dalam game Snapdragon 636 tidak sanggup menjaga FPS ajek di posisi 60 FPS, tetapi angka FPS yang ditampilkan masih berada di toleransi tertinggi. Tercatat Arena of Valor menampilkan angka FPS di 60 hingga 57 FPS saat ada banyak karakter dalam satu layar.

Untuk Mobile Legends kami tidak bisa menemukan pilihan high frame rate, tetapi sebagai gantinya semua animasi yang semula stutter di Snapdragon 625 berjalan lancar di ZenFone Max Pro M1.

Contoh animasi yang mengalami stutter di Snapdragon 625 vs. Snapdragon 636, bisa kamu lihat di bawah ini.

Snapdragon 625

Snapdragon 636

Display 5.99 inch dengan Rasio 18:9

ZenFone Max Pro M1 sudah menganut rasio 18:9 (77 persen screen to body ratio), sehingga kamu akan mendapatkan tambahan space pada bagian sisi kiri dan kanan layar. Penambahan space tersebut tidak terlalu mengganggu, tetapi membuat tampilan UI sedikit mengambang karena tidak menempel ke bezel bagian atas dan bawah smartphone.

Sementara itu ZenFone Max Pro M1 masih menggunakan layar IPS sehingga cukup durable dan cenderung lebih murah untuk urusan penggantian komponen layar ketimbang yang menggunakan Super AMOLED.

Dibekali Baterai Li-Po 5000 mAh

Untuk ukuran baterai, ZenFone Max Pro M1 memiliki ukuran paling besar dibandingkan semua pesaingnya. Bisa dibilang aspek baterai menjadikan ZenFone Max Pro M1 sebagai smartphone gaming yang paling standout di antara saingannya.

Daya 5000 mAh sanggup membuat ZenFone Max Pro M1 bertahan 8 jam lebih ketika menjalankan game-game dengan grafis 3D. Itu artinya ZenFone Max Pro M1 bisa melalui puluhan match lebih banyak ketimbang smartphone yang menggunakan baterai Li-Po 3000 mAh.

Kelengkapan dan Spesifikasi

ZenFone Max Pro M1 datang dengan sebuah charger dengan output 2 Ampere yang mampu melayani kebutuhan teknologi Qualcomm Quick Charge 4.

Selain charger dan kabel data, kami juga menemukan adanya silicone case bawaan yang lebih dari cukup untuk melindungi bagian belakang ZenFone Max Pro M1 dari masuknya debu dan jejak sidik jari. Bila kamu menginginkan pertahanan yang lebih baik untuk smartphone ini, kamu bisa membeli hard case buatan third party.

Spesifikasi lengkap dari ZenFone Max Pro M1 bisa kamu simak di bawah ini.


ZenFone Max Pro M1 menawarkan harga yang cukup murah untuk ukuran smartphone gaming mid entry. Bisa dibilang smartphone ini merupakan kandidat terkuat bagi kamu yang ingin memiliki smartphone gaming dengan harga rendah tetapi memiliki performa yang cukup tinggi.

Kami tidak memasukan hasil jepretan kamera ZenFone Max Pro M1 dalam review kami di atas, tetapi sejatinya kami beberapa kali mencoba mengambil gambar dengan kamera 13MP+5MP yang tersemat di smartphone ini. Hasil dari percobaan tersebut bisa dilihat di bawah ini.

 

Comments

comments