Review Asus Zephyrus GX531GV, Laptop Tipis dengan Performa Monster

Membuat review Asus Zephyrus GX531GV membuat kami ingat akan tahun pertama kami berkenalan dengan sosok Zephyrus GX501. Saat itu laptop tersebut muncul dengan Intel i7 7700HQ dan GTX 1080. Sebuah CPU dan GPU yang seharusnya tidak bisa masuk ke dalam bodi super tipis miliki Zephyrus.

Di Zephyrus GX531GV, Asus kembali mengulangi keajaibannya. Kali ini mereka memasukkan CPU Intel i7 8750HK dan RTX 2060. Lagi-lagi spesifikasi ini tergolong monster di kelasnya, apalagi bila dibarengi dengan RAM 24GB DDR4 yang bersandingan dengan sebuah SSD M.2 NVMe 512GB.

Sistem Pembuang Panas RAS

Seperti seri pertamanya, Zephyrus yang dibalut lis keemasan ini menggunakan sistem RAS (ROG Active Aerodynamic System) yang bakal mengangkat bagian belakang dari bodi Zephyrus. Hasil dari sedikit angkatan tersebut membuat airflow meningkat hingga 32 persen .

Hasilnya Zephyrus GX531GV bisa menjaga suhunya tetap stabil, meski dibawa berpacu dalam kondisi performa penuh atau full load. Walaupun terangkat sedikit, kamu tidak akan merasakan kemiringan yang timbul dari sistem RAS. Sepertinya Asus sudah memperhitungkan matang-matang berapa sudut yang pas untuk sistem RAS ini beroperasi tanpa mengganggu kenyamanan.

Satu-satunya kelemahan dari sistem RAS ini hanyalah terletak pada bunyi throttling yang kada timbul ketika kamu menggunakan seluruh kemampuan dari Zephyrus GX531GV. Yah, mau bagaimana lagi, namanya juga laptop gaming dengan spesifikasi mumpuni yang dibuat setipis mungkin.

Tapi kalau dipikir-pikir, bunyi throttling tersebut bisa menjadi penanda kalau Zephyrus GX531GV yang kamu gunakan berada dalam kondisi fit dalam membuang panas. Tentunya selama bunyi throttling tersebut tidak dibarengi dengan gejala lainnya. Seperti misalnya, getaran berlebihan atau suara-suara yang tidak semestinya.

Ukuran Super Tipis

Dari tadi kami menyebut-nyebut kalau Zephyrus GX531GV memiliki ukuran yang sangat tipis, tapi berapa sih sebenarnya ukuran Zephyrus GX531GV ini? Jawabannya cukup luar biasa tipis. Bayangkan, laptop ini hanya berukuran 36 x 26,8 x 1,57 sentimeter, dengan bobot tidak lebih dari 2,1 kilogram.

Itu artinya laptop super tipis ini memiliki ketebalan kurang dari dua sentimeter dan bakal mudah kamu bawa ke mana-mana tanpa menimbulkan sakit pinggang apalagi patah bahu. Khusus yang satu ini benar-benar kami buktikan sendiri. Sebab penulis kami membawa Zephyrus GX531GV bersamaan dengan sebuah console yang cukup berat. Kedua benda gaming beda fungsi ini menyatu dengan rapi di dalam sebuah ransel laptop berkapasitas 15 liter.

Spesifikasi Dewa

Seperti kami sebutkan di atas Asus Zephyrus G531GV memiliki spesifikasi yang sangat mumpuni. Hal ini terlihat jelas pada CPU dan GPU yang digunakan. Untuk urusan CPU, Asus mempercayai Intel i7 8750HK yang merupakan generasi kedelapan keluarga i7, dengan 9M Chace dan clock sebesar 4,1Ghz.

Untuk GPU, Asus mempercayakan pada keluarga RTX 2060 6GB DDR6 VRAM dengan teknologi ray tracing yang sedang digadang-gadangkan oleh Nvidia. Sebenarnya pada seri lainnya kamu bakal menemukan RTX 2070 Max-Q (GX531GW) dan RTX 2080 Max-Q (GX531GX).

Selain kedua spesifikasi tersebut, Asus Zephyrus GX531GV sudah dilengkapi dengan layar IPS-Level FHD (1920×1080) 15,6 inci dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms (gray to gray). Itu artinya laptop ini memiliki spesifikasi lebih dari cukup untuk melahap semua game esports yang membutuhkan refresh rate dan response time yang tinggi.

Kalau kamu ingin menggunakan Zephyrus GX531GV sebagai platform desain, laptop ini sudah mengantongi Pantone Validated Display. Itu artinya, panel IPS yang digunakan oleh Zephyrus GX531GV sudah valid untuk desain dan tidak mungkin menghasilkan warna yang meleset dengan warna asli di dunia nyata.

Sebagai tambahan yang tidak bisa diabaikan. Zephyrus GX531GV sudah menganut teknologi ScreenPad yang mirip dengan ZenBook Pro 15. Itu artinya kamu akan menemukan fungsi lain dari touchpad yang kali ini dibarengi dengan fungi numpad.

Comments

comments