Review Acer Predator Helios 300, Laptop Gaming dengan Harga Terjangkau

Laptop gaming selalu menjadi lahan yang sangat gurih untuk diperebutkan oleh para produsen hardware. Untuk berebut kue yang tidak kecil ini, beberapa vendor akhirnya menambah embel-embel gaming pada laptop high-end besutan mereka, sementara yang tersisa memutuskan untuk mendesain segala sesuatunya dari nol.

Dari sisi perspektif, Acer masuk ke perusahaan nomor dua. Mereka memiliki lini produk gaming yang cukup komplit melalui seri Predator, dan Predator Helios 300 mereka sorongkan pada kami beberapa poin istimewa yang sebelumnya belum pernah kami temukan pada laptop gaming lain.

DNA Predator dengan Daya Tahan Tinggi

Walaupun belum menganut nano bezel yang saat ini ditawarkan oleh produsen laptop gaming lain, Predator Helios 300 memiliki desain yang super kokoh dan terasa cukup rigid. Berhubung ini adalah produk lama, kami menemukan banyak sekali sisa sidik jari di sana-sini yang berasal dari tangan-tangan sebelumnya. Tapi kami tidak menemukan masalah penyok ataupun pecah yang biasanya diidap oleh laptop berbodi alumunium.

Memang hal di atas bukanlah sebuah hitungan pasti atas ketahanan sebuah laptop, tapi dari yang sudah-sudah, kami sangat jarang menemukan sebuah laptop review dengan kondisi yang utuh. Apalagi kalau mengingat Predator Helios 300 ini sudah diluncurkan di bulan Agustus tahun lalu.

Secara tampilan, Predator Helios 300 ini memiliki seluruh DNA laptop Predator yang sudah-sudah. Itu artinya kamu akan menemukan berbagai sudut tajam di sana-sini yang mengingatkan kami pada desain mobil mewah Aventador atau Terzo Millennio buatan pabrikan Lamborghini. Terkesan agak berlebihan memang, tapi itulah yang ada di pikiran kami begitu melihat bagian belakang dari laptop ini.

Satu-satunya kelemahan dari laptop ini terletak pada bobotnya yang mendekati tiga kilogram. Belum membuat pinggang patah, tapi lumayan terasa bila dibawa-bawa dalam jangka waktu cukup lama.

Spesifikasi

Predator Helios 300 hadir dengan berbagai spesifikasi yang bisa dipilih. Mulai dari i7-7700HQ hingga i7-8750H, GPU GTX 1060 6GB, RAM 8 GB hingga 16 GB, dengan SSD atau tidak. Semua spesifikasi tersebut sudah lebih dari cukup untuk menjalankan game-game esports yang saat ini dipertandingkan di Indonesia, termasuk Apex Legends yang mungkin bakal memiliki scenenya sendiri.

Saat bermain game, kamu bisa mengatur berbagai fungsi tambahan yang merupakan bawaan dari Predator Sense. Fungsi tersebut mencakup pengaturan kecepatan fan dan GPU overclocking. Yes, kamu bisa melakukan overclocking GPU dengan mudah di laptop ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengubah bagian GPU Core Clock menjadi turbo.

Saat bekerja dengan GPU yang teroverclock, laptop ini akan menunjukkan warna aslinya dengan meraung cukup kencang. Suara raungan ini sebenarnya adalah sebuah tanda kalau fan yang bertugas membuang panas bekerja dengan benar.

Sayang, kami tidak tahu apakah Acer Helios 300 sudah menggunakan teknologi Acer AeroBlade 3D apa belum. Kalaupun belum, berarti fan yang ada di dalam laptop ini luar biasa baik. Buktinya fan tersebut bisa menangani siksaan kami melalui Furmark yang dijalankan secara konstan.

Hasil yang didapat dari tes Furmark cukup mengesankan. Dalam kondisi full throttle, fan yang tertanam di Predator Helios 300 mampu menjaga suhu perangkat di angka 60-an derajat. Angka yang sangat acceptable, walaupun faktor pengujiannya kurang realistis.

Acer Predator Helios 300 tersedia dalam dua opsi ukuran layar, yakni 15.6 inci dan 17.3 inci. Resolusi keduanya sudah Full HD alias 1920 x 1080 pixel, dan telah memakai teknologi IPS 144hz. Dengan begitu kamu akan mendapatkan tingkat spektrum warna yang akurat, dengan refresh rate standar turnamen.

Berbagai Input

Untuk urusan input, Predator Helios 300 masih mengandalkan keyboard full size dan touchpad sebagai salah satu input utamanya. Tidak ada yang istimewa dari keduanya, kecuali saat kamu memperhatikan bagian palm rest dari laptop ini. Ternyata Predator Helios 300 menyediakan _palm rest yang cukup besar, sehingga urusan mengetik menjadi sangat mudah dan tidak terlalu melelahkan.

Soal ketersediaan port, Predator Helios 300 memiliki 1x HDMI, 1x USB 3.0, 2x USB 2.0, 1x USB 3.1 type-C, 1x Card reader, Kensington lock, dan audio combo 3.5mm. Selain itu tersedia juga dukungan koneksi WiFi 2×2 802.11ac dan dukungan port Gigabit Ethernet.

Untuk urusan audio, kami tidak bisa memeriksa secara langsung DAC apa yang digunakan oleh laptop ini, yang jelas laptop ini menggunakan driver Realtek, dengan output berupa speaker berspesifikasi Dolby Audio certificate.

Hasil Benchmark

Harga dan Ketersediaan

Acer Predator Helios 300 (PH315-51) tersedia di Indonesia dengan harga Rp26.499.000,-. Terbilang bila dibandingkan dengan laptop gaming lainnya yang biasanya mematok harga di angka Rp30 jutaan untuk spesifikasi yang mirip-mirip.

Comments

comments