Apa Fungsi Dynamic Range Compression pada Gaming

Telinga adalah salah satu aset berharga dari seorang atlet esports. Tanpa kehadiran sistem pendengaran yang baik, seorang atlet esports akan kesulitan untuk berkomunikasi ataupun mendengarkan berbagai cue di dalam game. Seperti misalnya langkah kaki di game FPS, suara pukulan yang berbeda di game fighting, dan banyak lagi.

Untuk itu seorang atlet esports seharusnya bisa menjaga gendang telinganya dengan baik. Sayangnya hal ini kurang diperhatikan oleh kebanyakan atlet esports. Alih-alih mendengarkan suara pada volume yang pas, kebanyakan atlet esports malah memasangnya pada pengaturan maksimum. Tujuannya tentu agar tidak ada satupun suara yang lolos dari perhatian.

Sebenarnya ada satu metode yang bisa diterapkan untuk menjaga kondisi gendang telinga. Metode tersebut menerapkan dynamic range compression atau DRC.

Dynamic Range Compression

Dynamic Range Compression (DRC) adalah sebuah proses kompresi sinyal audio untuk memperkuat sinyal yang pelan atau mengurangi sinyal yang keras. Tujuan akhir dari kompresi ini adalah menekan atau mengurangi rentang dinamis sinyal audio. Proses kompresi ini biasanya digunakan dalam industri rekaman, penyiaran atau reproduksi pita suara.

Pada awalnya proses DRC memanfaatkan hardware khusus yang bisa memisahkan sinyal dan kemudian disatukan kembali dalam proses output. Pada tahun 2000-an DRC hadir dalam bentuk plugin software yang digunakan dalam industri musik ataupun penyiaran.

Ada dua tipe DRC yang biasa digunakan. Yang pertama adalah downward compression dan yang kedua adalah upward compression. Pada downward compression, kompresi akan berlangsung pada sinyal suara keras hingga sejajar dengan yang pelan. Pada upward compression yang terjadi adalah sebaliknya.

Audio yang terkena DRC ini akan memiliki kecenderungan suara yang sejajar antara titik paling rendah dan titik tertingginya. Hasilnya kamu tidak perlu membesarkan volume audio kamu untuk mendengarkan suara yang kecil ataupun mengecilkan volume audio ketika mendengar suara tembakan yang memekakan telinga.

DRC di Sistem Operasi Windows 10

Seperti yang kami sebutkan di atas, dengan menggunakan fitur DRC kamu bisa mendapatkan rentang frekuensi audio yang kamu butuhkan tanpa mengorbankan gendang telingamu. Kamu akan tetap bisa mendengarkan suara langkah kaki sambil berkomunikasi dengan nyaman, tanpa menyalakan fitur audio ducking.

Fitur DRC ini sebenarnya tersedia di Windows 10. Untuk mengaksesnya, yang perlu kamu lakukan adalah membuka Sound Setting. Kemudian arahkan ke Devices Properties dan Enhancements. Dari situ pilih Loudness Equalization.

Setelah Loudness Equalization aktif, maka Windows 10 milikmu akan menyesuaikan frekuensi tinggi dan rendah yang dikeluarkan oleh output komputermu. Termasuk saat kamu bermain game.

Walaupun sangat berguna, sejatinya DRC ini memiliki satu kelemahan. Kelemahan tersebut terletak pada penyamaan frekuensi yang membuat beberapa sumber suara sulit ditemukan asalnya. Hal ini kerap terjadi terutama saat kamu berada dalam posisi vertikal atas bawah dengan sumber suara.

Untuk mengakali kelemahan ini, kamu membutuhkan sebuah headset gaming yang jempolan.


Logitech G Pro dan G433

Untuk solusi headset gaming yang jempolan, kami percaya 100 persen pada Logicteh G Pro dan G433. Kedua seri headset gaming tersebut dirancang dan dibangun sesuai dengan spesifikasi tim esports dunia, termasuk TSM, London Spitfire dan G2 Esports.

Logitech G PRO Gaming Headset menawarkan sistem audio berkualitas dan cocok digunakan pada gaming level kompetitif seperti esports atau gamer enthusiast. Logitech G PRO Gaming Headset dibuat sangat ringan dan nyaman untuk gameplay yang panjang. G Pro sudah dilengkapi dengan driver Pro-G Logitech G sehingga mampu menyajikan audio yang superior, selain itu G Pro menggunakan bantalan telinga kulit sintesis premium sehingga penggunanya mendapatkan isolasi suara pasif yang maksimal. Headset G Pro juga dilengkapi mikrofon boom kelas profesional untuk komunikasi sejernih kristal.

Perbedaan utama antara G Pro dan G433 hanyalah terletak pada beberapa sisi. G Pro yang diperuntukan bagi atlet esports, hadir dengan suara yang lebih natural dan noise isolation yang lebih baik. Sementara itu G433 yang lebih cocok digunakan sehari-hari memiliki enhancements di beberapa sisi seperti ear cushion yang lebih breathable sehingga dapat digunakan lebih lama namun tetap menjaga kenyamanan sang pengguna.

Saat ini sedang ada promo special untuk Logitech G Pro (RSP: 1,499,000)  dan G433 (RSP: Rp1,599,000) sampai dengan 31 Dec 2018, untuk pembelian bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi link berikut ya. https://www.jd.id/promo-logitech-gaming-day.html

 

Comments

comments