Apakah Gaming Gears Mempengaruhi Performa Atlet Esports?

Kamu pasti sering sekali mendengar istilah gaming gear. Tapi tahukah kamu kalau istilah tersebut tidak memiliki definisi khusus. Jadi pada akhirnya kami membuatkan sendiri definisi pasti dari gaming gear. Gaming gear adalah aksesoris atau peripheral khusus yang dibuat sebaik mungkin agar optimal ketika digunakan untuk bermain game.

Dari sini muncul pertanyaan, apakah gaming gear akan mempengaruhi performa atlet esports yang memakainya? Jawabannya adalah sangat, apalagi pada hal yang berkaitan dengan kontrol, seperti misalnya mouse dan keyboard.

Untuk lebih jelasnya kami akan membahas peranan mouse dan keyboard di bawah ini hingga pada akhirnya akan ada contoh-contoh produk yang bisa kamu beli guna memenuhi kebutuhanmu.

Mouse Gaming

Untuk urusan mouse gaming ada beberapa isu yang bisa digaris bawahi. Yang pertama adalah kenyaman, sedangkan yang kedua adalah teknologi yang ditanam di dalamnya. Keduanya akan mempengaruhi performa atlet esports secara keseluruhan.

Kunci utama dalam urusan kenyamanan adalah, seberapa besar tanganmu dan bagaimana caramu memegang mouse. Jadi walaupun mouse yang digunakan dibuat dari bahan yang sangat bagus tapi kalau bentuknya tidak cocok, penggunanya akan merasakan kesulitan ketika menggunakan mouse tersebut.

Satu-satunya cara untuk mengetahui ukuran mouse yang pas dengan tangan, adalah dengan cara mengukur langsung tangan pengguna. Setelah mengetahui ukuran pasti telapak tanganmu, mereka bisa mulai memilih mouse mana yang hendak dibeli.

Untuk urusan teknologi, bagian ini akan mempengaruhi response time dari mouse yang digunakan. Kamu bisa mulai menengok mouse dengan switch Omron yang ketahanannya dijamin hingga 50 juta kali klik. Itu artinya jika dihitung secara kasar, switch mouse tersebut bisa bertahan hingga 97 tahun.

Selain swicth ada satu bagian penting dari sebuah mouse yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Bagian tersebut adalah sensor yang menjamin performa sebuah mouse dalam urusan membaca gerakan. Salah satu sensor yang wajib diperhitungkan saat ini adalah sensor HERO 16K dari Logitech.

Sensor HERO 16K dari Logitech ini memiliki resolusi dari 100 hingga 16.000 DPI. Selain itu kecepatan maksimal (IPS) yang bisa dibaca oleh HERO 16K adalah 400 IPS, dengan power draw di bawah sensor lainnya yang sejenis.

Belum bisa terbayang seberapa akurat sensor HERO 16K? Mari kita lihat sensor Pixart PMW3360 yang biasanya menempel di mouse gaming modern. PMW3360 hanya memiliki resolusi 100 hingga 12.000 DPI saja. Selain itu sensor ini hanya memiliki 250 IPS dengan power draw yang lebih besar ketimbang HERO 16K.

Jadi jelas bukankan kenapa sensor HERO 16K sangat hebat. Karena sensor ini menghadirkan spesifikasi yang lebih tinggi dengan power draw yang lebih kecil.

Keyboard Gaming

Untuk keyboard gaming, mechanical keyboard selalu menjadi tulang punggung utama atlet esports. Keyboard tipe ini memiliki keistimewaan di mana setiap tombol yang tersedia dikontrol melalui switch mekanik, bukan plastic dot atau membran.

Mechanical keyboard adalah opsi terbaik untuk daily gaming ataupun gaming profesional . Selama bertahun-tahun rata-rata atlet esports menggunakan mechanical keyboard karena faktor kenyamanan dan respon yang bisa diatur sesuai dengan keinginan.

Jadi seorang atlet esports bisa saja mencapai peak performance hanya dengan mengandalkan keyboard membran atau plastik, tetapi feeling dan kenyamanan yang didapatkan tidak akan bisa dibandingkan dengan mechanical keyboard. Feeling dan kenyamanan tersebut terkadang menjadi sebuah keuntungan atau “edge” yang mempengaruhi performa secara keseluruhan.

Sekedar tambahan, bila kamu ingin sebuah keyboard yang memiliki tendangan balik atau bump, kamu bisa membeli keyboard dengan switch yang tactile. Sedangkan bila kamu membutuhkan keyboard yang empuk dan cepat, kamu bisa membeli keyboard dengan switch linear. Beberapa akan menghasilkan suara yang kencang, sementara yang lainnya hadir dengan suara yang jauh lebih senyap.

Perusahaan gaming peripheral besar seperti Logitech sudah membuat switch mereka sendiri. Berikut perbedaan switch yang digunakan Logitech pada varian keyboardnya. Bila kamu ingin sebuah keyboard yang memiliki rasa penekanan (feedback) ketika disentuh, namun tanpa suara klik, kamu bisa memilih G512 dengan switch Romer-G Tactile. Jika kamu suka dengan feedback, dan menyenangi suara “klik” yang dihasilkan oleh switch GX Blue Clicky, kamu bisa memilih G512 GX Blue Clicky.  Untuk kalian yang lebih senang untuk menekan keyboard sampai jauh kedalam (tidak menyukai feedback yang dihasilkan oleh keyboard), kalian dapat memilih G512 dengan switch Romer-G Linear.


Kesimpulan Akhir

Ya! Gaming gear membuat banyak perbedaan bagi atlet esports. Memang mouse dan keyboard yang baik akan meningkatkan performa kamu berkali-kali lipat ketimbang menggunakan mouse dan keyboard biasa, dan ada baiknya kamu melihat price per performance sebuah produk gaming.

Kebetulan price per performance yang optimal bisa diwakili oleh produk-produk Logitech. Contohnya mouse G502 HERO dan keyboard G512.

Logitech G502 HERO adalah gaming mouse versi terbaru dari Logitech G502 Proteus Spectrum. Mempertahankan bentuk klasik yang sama seperti aslinya, mouse ini telah diperbarui dengan teknologi terbaru, termasuk sensor HERO 16K, teknologi LIGHTSYNC RGB eksklusif Logitech G, 11 tombol yang dapat diprogram, lima bobot tambahan opsional, dan braided cable.

Selain itu gaming keyboard G512 yang merupakan evolusi dari Logitech G413, memiliki pilihan switch Romer-G Tactile, Romer-G Linear, atau GX Blue switch, teknologi LIGHTSYNC RGB eksklusif Logitech G, bodi berupa brushed aluminium, dan port passthrough USB.

Tercatat Logitech G502 HERO mempunyai SRP Rp1,199,000,- sedangkan keyboard G512 mempunyai SRP Rp1,790,000,- . Nah kebetulan sedang ada promo untuk kedua item tersebut. Promo bisa didapatkan di link berikut ya: https://www.jd.id/promo-logitech-gaming-day.html. Ingat! Hanya sampai 31 Dec 2018. 

Comments

comments