Statistik Pick dan Ban Hero di MSC 2018

MSC 2018 sudah berakhir, dan tim Aether Main asal Filipina keluar sebagai pemenangnya. Dalam perhelatan yang berlangsung tiga hari tersebut kita bisa mempelajari banyak hal, termasuk strategi draft atau pilihan hero yang digunakan di dalam match.

Dalam artikel kali ini, kami akan mengupas tuntas berbagai data yang muncul selama MSC 2018 berlangsung termasuk data para pemain yang melakukan kill terbanyak ataupun yang mati paling sedikit.

Jawhead Melejit

Sesuai dengan kemampuannya untuk melejitkan hero ke udara, Jawhead muncul sebagai hero yang sangat populer di MSC 2018. Tercatat hero ini digunakan sebanyak 25 kali dengan presentasi 83,33% dari seluruh pertandingan. Itu artinya dari 30 kali match yang dijalankan, Jawhead hanya lima kali tidak muncul sepanjang turnamen MSC.

Popularitas ini diperoleh Jawhead karena dia merupakan seorang inisiator yang memiliki burst damage sekaligus disable. Selain itu untuk ukuran fighter, durability yang dimiliki seorang Jawhead juga tidak buruk-buruk amat sehingga dia cukup sulit untuk dibunuh, terutama di early dan mid game.

Selain Jawhead kami juga menemukan bahwa Chou juga menjadi hero wajib yang muncul di setiap match dengan presentasi yang tidak jauh berbeda. Tercatat Chou memiliki presentasi kemunculan 80,27%, hanya berbeda satu kali picked dengan Jawhead.

Alasan para pemain MSC menggunakan Chou juga agak mirip-mirip dengan Jawhead. Chou memiliki status yang mirip-mirip dengan Jawhead, sehingga bisa diplot sebagai fighter tanky yang bisa melakukan inisiasi.

Pada urutan ketiga kita mendapati Lancelot dan Martis sekaligus. Lancelot rupanya masih dipercaya sebagai assassin terkuat di Mobile Legends, sementara itu Martis merupakan fighter dengan kemampuan disable dan burst damage yang kerap digandeng atau menggantikan posisi Jawhead.

Auto-Ban Bagi Hayabusa dan Grock

Sejak mengalami rework di update 1.2.88, Hayabusa menjelma menjadi assassin yang bisa farming dengan sangat cepat dan sangat sulit dibunuh karena skill-skill miliknya. Hasilnya Hayabusa hampir selalu terkena ban di setiap match. Tercatat Hayabusa mengalami 24 kali ban dari 30 match yang dimainkan di MSC 2018.

Posisi kedua dipegang oleh Grock. Sang batu hidup ini memiliki regenerasi dan durability yang sangat tinggi sehingga sangat sulit dibunuh. Selain itu damage yang dihasilkan Power of Nature juga terbilang sangat tinggi, sehingga dia bisa membersihkan lane dengan sangat cepat.

Pada urutan ketiga, kami menemukan Helcurt sebagai target banned selanjutnya. Dari 30 match yang berlangsung di MSC 2018, tercatat dia mengalami 21 kali banned.

Sang kadal biru ini sangat ditakuti berkat burst damage dan silence miliknya. Selain itu berkat ultimate Dark Night Falls, Helcurt bisa memporak-porandakan formasi musuh dengan sangat mudah, karena mereka tidak bisa melihat posisi mereka masing-masing di map maupun minimap.


Yuji Sang MVP

Yuji (posisi kiri dalam foto) MVP di MSC 2018 yang berasal dari tim Aether Main. Yuji merupakan pengguna mage dengan hero pool yang cukup luas. Tercatat dia menggunakan Kagura, Gusion, Selena, Pharsa, dan Harley.

Di MSC 2018, Yuji yang bermain 10 kali memiliki status rata-rata kill sebesar 7,10 di setiap match. Hal ini masih diikuti dengan rata-rata death yang sangat rendah, berada di angka 1,50. Sedangkan untuk urusan team fight, Yuji juga memiliki angka assist yang cukup tinggi, dengan rata-rata sembilan assist di setiap game yang dimainkan.

Angka kill terbesar Yuji dihasilkan dalam match kedua melawan Aerowolf Roxy saat di semifinal. Dalam satu match tersebut Yuji yang menggunakan Pharsa berhasil mengantongi 12 kill, 1 death dan 10 assist. Angka kill sebesar itu diperoleh Yuji karena Aerowolf Roxy tidak memiliki jawaban atas serangan Pharsa yang dilancarkan Yuji dengan akurat.

Comments

comments