Rekap Grand Final MPL ID Season 2 Day 2: Rex Regum Qeon Sang Raja MPL

Melanjutkan permainan dari hari sebelumnya, MPL ID Season 2 semakin seru di hari kedua. Setelah gugurnya Bigetron Esports, SFI Esports dan Aerowolf Roxy, tersisa lima tim untuk bertaung memperebutkan gelar juara MPL ID Season 2. Lalu siapakah yang akan memegang gelar juara MPL ID Season 2? Berikut rangkuman hari kedua penuh dengan ketegangan dan keseruan dari MPL ID Season 2 hari kedua.

Match 1: Saints Indo vs ONIC Esports

Pertandingan pertama dibuka dengan pertandingan antara mantan wakil MSC 2017 dan pemuncak klasemen MPL ID Season 2. Sayangnya Saints Indo di pertandingan kali ini terutama Dugong tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Setelah mendapatkan satu poin dari game pertama, ONIC Esports semakin percaya diri di game kedua. early game sepenuhnya milik ONIC Esports berkat rotasi yang bagus dari Eiduart. Dengan kerjasama tim yg baik, ONIC berhasil menembus pertahanan Saints Indo hingga turret ketiga di bot lane.

Memasuki mid game, pertahanan dari Saints Indo semakin ketat dan membuat ONIC Esports semakin sulit menyelesaikan pertandingan. Sayangnya Saints Indo terpancing oleh ONIC yang sedang menaklukkan Lord dan harus terwipe out dengan mudah. Tanpa menunggu lama, Watt dan kawan-kawan berhasil menaklukkan Saints Indo dan lanjut ke babak berikutnya melawan Louvre.

Match 2: Rex Regum Qeon vs EVOS Esports

Setelah lama tak berjumpa, RRQ akhirnya bertemu dengan rival lama mereka yaitu EVOS Esports. Permainan sudah sangat intens di mana Jess dan EVOS berhasil mendapatkan dua kill atas clash yang terjadi ditengah. EVOS mencoba untuk mengejar ketertinggalan dengan mencoba ganking para pemain RRQ namun selalu berhasil di gagalkan.

Memasuki mid game, AyamJago mulai bergabung dalam setiap war dengan Gusion membuat RRQ semakin mendominasi pertandingan. Dengan team play yang dipimpin oleh Instinct, setiap upaya push ataupun ganking yang dilakukan RRQ selalu berhasil. Oura dan kawan-kawan tidak mampu menahan serangan dari RRQ dan harus kalah di menit ke-15, membuat RRQ mendapatkan satu poin atas EVOS.

Game kedua pun dimulai dengan EVOS bermain lebih baik di awal game. Keunggulan tersebut masih bisa dipertahankan oleh EVOS dengan sangat baik hingga ke mid game. Oura yang selalu diberikan space untuk farming di atas akan semakin mengerikan buat tim RRQ atasi.

Upaya EVOS dalam menaklukkan Lord di menit ke-10 harus di gagalkan oleh RRQ dan membuat RRQ sedikit bisa mendapatkan nafas tambahan di game kedua. Jual beli serangan terjadi antar kedua tim hingga Lemon berhasil menghancurkan turret tier ketiga dan mengubah laju pertandingan sepenuhnya untuk RRQ.

Memasuki late game, Oura dan Jessnolimit dengan Aldous dan Helcurt sudah mulai kesulitan membunuh Thamus dan Lapu-Lapu yang digunakan oleh Tuturu dan Lemon. Dalam keadaan terdesak, EVOS tidak menunggu dan mencoba mendapatkan setiap momentum agar tidak semakin tertinggal jauh oleh RRQ. Momentum itu pun selalu didapatkan namun tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan game karena laju minion dari RRQ selalu lebih unggul.

Setelah 25 menit lebih berjalan, Oura dan kawan-kawan berhasil memenangkan war dan menaklukkan Lord. Kesempatan ini tidak mereka sia-siakan untuk menyelesaikan game dan berhasil memaksa RRQ bermain kembali ke game ketiga.

Game ketiga yang menjadi penentuan berlangsung semakin sengit. EVOS sempat memimpin di awal pertandingan, namun RRQ berhasil membalas dan menghancurkan turret tim EVOS satu-persatu. Keadaan ini tidak seburuk di game kedua dan EVOS masih bisa menahan tekanan dari RRQ sepanjang awal game.

Masuk ke mid game, Jessnolimit dan Oura berhasil menculik satu-persatu pemain RRQ dan membalikkan keadaan dan berhasil menaklukkan Lord. Dibantu dengan Lord, EVOS berusaha memenangkan pertandingan namun berhasil digagalkan. Mengira berada diatas angin, EVOS melakukan kesalahan fatal dan langsung dipunish dengan cukup baik oleh Akai yang digunakan oleh Liam menggunakan ultimatenya.

EVOS pun dengan mudah disapu bersih dan RRQ berhasil menyelesaikan pertandingan. EVOS harus merelakan slot finalist mereka dan pergi ke lower bracket

Match 3: Louvre vs ONIC Esports

Penentuan untuk siapakah yang akan lanjut bertanding melawan EVOS di final lower bracket. Kedua tim dikenal sebagai tim yang baru naik daun di ranah esports Mobile Legends Indonesia. Dengan perbedaan skill yang sangat mencolok, Louvre dapat menang dengan mudah di game pertama.

Game kedua diwarnai dengan permainan yang sangat agresif dari Louvre. Mereka berhasil menginvasi hutan dari ONIC namun sayangnya hal tersebut harus dibayar mahal dengan terbunuhnya tiga pemain dari Louvre. ONIC mulai belajar dafi game pertama dan bermain cukup hati-hati untuk melawan permainan agresif dari Louvre.

Upaya tersebut berhasil membuat Louvre tunduk dan ONIC memimpin jalannya pertandingan hingga menit ke-15. Permainan Leomord dari Watt sangatlah mengagumkan, mampu membuat tim Louvre ketakutan. Support dari Drian dan juga Eduard membuat para hitter yaitu Spade, Kido dan Watt mudah mengeksekusi tim Louvre. ONIC berhasil mendapatkan satu poin dan memaksa Louvre bermain di game ketiga.

Game ketiga tidak ada lagi Leomord untuk Watt karena Louvre sudah cukup trauma akan permainan dari Watt. Namun hal tersebut bukan jadi masalah karena Martis masih tersisa. Tanpa ragu, Watt berhasil mendapatkan first blood dan membuat semua temannya semakin percaya diri.

Mid game diwarnai dengan jual beli serangan antara kedua tim yang ukup sengit. Louvre hampir memenangkan pertandingan namun sayangnya Watt dan kawan-kawan berhasil mewipe out Louvre pada saat war di Lord dan memenangan pertandingan dengan cukup baik.

Match 4: ONIC Esports vs EVOS Esports

Satu langkah lagi untuk ONIC menyusul RRQ ke grand final. Mereka harus melawan EVOS Esports di babak final lower bracket dan membalaskan dendam kekalahan mereka pada saat pertandingan pertama di upper bracket.

Dengan mengamankan Lunox untuk Emperor, EVOS dapat dengan mudah menguasai awal pertandingan. Tidak bisa menandingi permainan dari EVOS, ONIC harus terpuruk sepanjang game dan mereka harus kalah di game pertama.

Skor 1-0 untuk EVOS membuat mereka lebih dekat untuk bertarung kembali dengan RRQ. Kali ini ONIC Esports bermain lebih rapi dan bagus dibanding game pertama. Walaupun Emperor berhasil mengamankan Lunox seperti game sebelumnya, dia tetap tidak bisa mengangkat dan membantu permainan dari teman-teman EVOS Esports. Oura dengan Aldous selalu ditekan oleh para pemain ONIC agar dia tidak bisa farming dan mendapatkan item di late game.

Selalu kalah dalam war, EVOS mulai bermain tidak stabil. ONIC dengan mudah memanfaatkan momentum tersebut dan mengalahkan EVOS dengan mudah setelah mereka menaklukkan Lord. Langkah EVOS menuju grand final harus tertunda karena mereka harus bertanding kembali di game ketiga.

Game ketiga kali ini gantian ONIC Esports yang bermain buruk. EVOS berman dengan draft yang cukup unik dengan memilih Lolita sebagai Tank dan Moskov sebagai Marksman. Namun rotasi yang EVOS lakukan dengab dua hero tersebut sangatlah efektif dalam membunuh banyak pemain ONIC.

Tak perlu menunggu lama, EVOS berhasil mengamankan Lord dan melakukan push melalui top lane. Tidak bisa menahan serangan tersebut ditambah Moskov dari Jessnolimit sudah mendapatkan item latenya, EVOS berhasil mengalahkan ONIC untuk kedua kalinya dan siap menantang RRQ di grand final.

Match 5: EVOS Esports vs Rex Regum Qeon

Setelah bertanding di siang hari, kedua tim ini bertanding kembali merebutkan title juara MPL ID Season 2. Game pertama penuh dengan kehebohan karena RRQ bermain sangat agresif. EVOS tidak menemukan formula yang tepat untuk menahan kekuatan dari Tuturu dan kawan-kawan dan harus kalah di game pertama dengan kombinasi yang ditunjukkan oleh Liam dan AyamJago.

Skor 1-0 untuk sang raja di game pertama membuat mereka bermain semakin percaya diri. EVOS mencoba meniru gameplay dari RRQ. Melakukan ganking dengan lima orang namun selalu gagal. Firstblood justru jatuh ke arah RRQ karena Oura terbunuh di lanenya sendiri. Dengan kerugiann tersebut, permainan EVOS mulai menurun.

Memasuki menit keenam, turret tim EVOS mulai hancur satu-persatu berkat permainan yang sangat baik dari Tuturu dan Lemon. Marsha dan Ios sudah tidak bisa lagi menahan output damage dari RRQ terutama Harley dari AyamJago. Hanya dalam sembilan menit, RRQ bisa memenangkan game kedua dengan mudah.

Game ketiga kedua tim lebih bermain seimbang dibanding game sebelumnya. Namun EVOS teralu banyak melakukan stick berempat dan membiarkan satu atau dua lane kosong. Lane kosong tersebut dimanfaatkan oleh RRQ untuk dipush dan hancur satu-persatu. Dengan banyaknya turret EVOS yang hancur, gold dari RRQ bertambah semakin banyak.

Ketertinggalan gold dan item membuat EVOS semakin terpuruk. RRQ mencoba untuk memancing EVOS keluar dari base dengan jebakan Lord seperti di game sebelumnya. Berpikir bahwa itu jebakan, EVOS tidak mau mengejar RRQ namun ternyata itu bukan jebakan dan mereka berhasil menaklukkan Lord. Tepat setelah Lord terbunuh, EVOS langsung mencoba menyerang mereka dan berhasil dijebak oleh RRQ.

Para pemain EVOS satu-persatu gugur dan hanya tersisa Oura dan Ios yang berada di dalam base. Dengan laju minion yang mendukung, RRQ melanjutkan push mereka. Tuturu dengan berani masuk ke dalam base dan langsung menghabisi Ios dan Oura yang berada di dalam. Setelah berhasil mewipe out tim EVOS, tanpa perlu berlama-lama RRQ berhasil memenangkan game ketiga sekaligus pertandingan dan menjadi juara dari MPL ID Season 2.


Hasil MPL ID Season 2

Dua hari penuh ketegangan yang berisikan match Mobile Legends dari para tim professional papan atas Indonesia. Delapan tim sudah bertarung sebaik mungkin dan RRQ menjadi tim yang berhasil bertahan hingga akhir. Untuk daftar juara MPL ID Season 2 adalah:

  • Juara 1: Rex Regum Qeon $25.000 + $7.000
  • Juara 2: EVOS Esports $12.000 + $4.500
  • Juara 3: ONIC Esports $5.000 + $3.000
  • Juara 4: Louvre $3.000 + $1.500
  • Juara 5 dan 6: Aerowolf Roxy dan Saints Indo $1.500 + $1.000
  • Juara 7 dan 8: SFI Esports dan Bigetron Esports $1.000 + $500

Rex Regum Qeon pantas mendapatkan gelar juara MPL ID Season 2 karena performa mereka yang sangat baik di grand final dan regular season. Selain itu menurut pengakuan para pemain dari tim lain, mereka juga selalu menganggap RRQ sebagai salah satu tim yang paling diperhitungkan dan diwaspadai. Dengan skill dan kerja sama yang mereka miliki, sudah pasti RRQ menjadi juara untuk MPL ID Season 2.

Comments

comments