Garena Ubah Sistem Esports League of Legends Asia Tenggara, Hapus GPL dan Liga Regional

perubahan-sistem-esports-league-of-legends-asia-tenggara-featured

Ranah esports League of Legends Asia Tenggara akan mengalami perubahan yang mengalami perubahan yang signifikan mulai musim Summer. Garena mengumumkan bahwa mereka akan melakukan perombakan sistem esports untuk game ini, termasuk menghapus turnamen GPL serta liga regional seperti LGS.

Mulai Summer nanti, sistem esports League of Legends Asia Tenggara akan lebih melebur dan juga pendek. Menggantikan GPL serta liga di masing-masing negara, Garena akan mengadakan SEA Tour. Turnamen inilah yang akan menjadi pintu masuk tim Asia Tenggara ke turnamen internasional seperti MSI, Rift Rivals, dan Worlds.

Seperti biasa, SEA Tour akan diadakan dua kali dalam setahun, yaitu saat Spring dan Summer. SEA Tour ini akan terbagi menjadi dua fase, yaitu kualifikasi dan diikuti oleh playoff berisi delapan tim.

perubahan-sistem-esports-league-of-legends-asia-tenggara-sea-tour

Kualifikasi akan diadakan di lima negara anggota GPL, yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia. Masing-masing negara akan mengirim satu tim ke SEA Tour. Sementara tiga sisanya diambil dari tiga negara terbaik di turnamen Asia Tenggara sebelumnya. Ini berarti Thailand, Malaysia, dan Filipina yang merupakan tiga perwakilan terbaik di GPL Spring 2018 akan mendapatkan satu slot tambahan di SEA Tour Summer 2018 nanti.

Dalam pernyataannya, Garena mengatakan bahwa turnamen SEA Tour serta rangkaian kualifikasinya akan berlangsung jauh lebih singkat, yaitu satu bulan. Dengan singkatnya rangkaian turnamen SEA Tour, kalender kompetitif League of Legends Asia Tenggara menjadi lebih leluasa untuk turnamen lain. Mengisi kekosongan itu, Garena mengundang penyelenggara lain untuk mengadakan turnamen League of Legends di Asia Tenggara.

Hingga artikel ini diturunkan, kami belum mendapatkan kejelasan tentang tanggal serta format SEA Tour untuk Summer 2018 nanti. Terlepas dari itu, sistem baru ini akan mengubah ekosistem esports League of Legends di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pertanyaannya, apakah ini akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik, atau malah sebaliknya?