Dengan Pemain Lokal, Kaixa Yakin U8 Bisa Maju ke Final Legion LGS Summer 2017

Slogan “Fall seven times, stand up eight” yang merupakan arti dari U8 sendiri ternyata memang menjadi kenyataan. Setelah sempat terpuruk di LGS Season 6 2016 dan LGS Spring 2017 lalu, U8 Esports kini bangkit dengan masuk ke babak Semifinals Legion LGS Summer 2017.

U8 Esports berhasil mengamankan slot ke babak semifinal setelah mengalahkan GNF Esports pada babak Relegation Match yang berlangsung pada Minggu, 31 Juli 2017 lalu. Keberhasilan U8 Esports ini membuat kami mewawancarai kapten sekaligus support dari U8 Esports yaitu Wirmansyah “Kaixa” Mustafa. Lantas, bagaimana Kaixa memimpin U8 Esports hingga sampai ke pencapaian tertinggi U8 Esports saat ini?

Sebagai seorang kapten, Kaixa menjaga performa dan kekompakan tim agar tetap semangat mengejar visi tim. Untuk menjaga hal tersebut, Kaixa memastikan komunikasi antara pemain tetap positif walaupun saat bercanda sekalipun. Selain itu, Kaixa juga mengatur jadwal latihan dan scrim. Ia juga selalu membahas informasi terkait seputar League of Legends seperti champion yang sedang meta atau populer, dan item build guna membentuk strategi kemudian menerapkannya pada latihan.

Di tengah fenomena tim-tim League of Legends yang mendatangkan pemain asal Vietnam untuk meningkatkan performa tim hingga mencapai kemenangan, U8 justru memilih pemain lokal. Tidak cuma itu, mereka juga memutuskan untuk tidak melakukan banyak perubahan pada roster mereka. Memang, Vietnam memiliki pemain dengan level yang bisa dibilang cukup jauh di atas dibandingkan dengan Indonesia. Namun menurut Kaixa, pemain-pemain di indonesia masih sangat berpotensi untuk meningkatkan levelnya agar seimbang atau setidaknya dibawah sedikit dari vietnam.

Selain itu, pergantian anggota yang dilakukan pada dua Season lalu dinilai menjadi salah satu penyebab U8 Esports tidak bisa bermain dengan performa baik. Memang, pergantian member memang bukan hal mudah dalam tim. Selain berganti pemain, mereka juga harus kembali menyesuaikan playstyle, champ pool, visi, dan karakter setiap anggota, dan semuanya membutuhkan waktu lebih. Itulah yang menyebabkan tim U8 Esports hingga kini tidak banyak merombak rosternya dari season sebelumnya.

Dalam menghadapi Headhunters pada babak Semifinals nanti, walaupun U8 Esports tidak diunggulkan, Kaixa tetap yakin bahwa timnya dapat memberikan perlawanan berarti dalam pertandingan melawan Headhunters.

Saksikan aksi U8 Esports melawan Headhunters pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 pukul 13.00 WIB di Youtube Channel Garena League of Legends Indonesia!

Comments

comments