Virtus.Pro Umumkan Warna Baru dan Perpanjangan Kontrak Roster Dota 2

virtuspro-kontrak-featured

Dengan makin berkembangknya industri esports, organisasi yang menjadi salah satu penggeraknya harus mulai memikirkan rencana jangka panjang. Virtus.Pro mewujudukan ini melalui dua pengumuman tanggal 9 Agustus 2018.

Pertama, mereka akan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi Rusia. Kedua, kontrak lima pemain Dota 2 mereka diperpanjang hingga akhir 2019. Artinya mereka mungkin akan terus bermain bersama sepanjang musim 2018-2019.

Perusahaan telekomunikasi yang menjadi mitra mereka adalah MegaFon. Selain akan berlangsung sejak The International 2018 hingga akhir tahun 2018, tidak ada detail lebih lanjut terkait kerja sama ini. Namun mengikuti kerja sama tersebut, Virtus.Pro mengganti warna logo dan jersey mereka menjadi hijau dan ungu. Tidak cuma itu, Virtus.Pro juga mengumumkan rencana pergantian image brand mereka dari awal tahun 2019.

virtuspro-kontrak

Perpanjangan kontrak untuk kelima pemain Dota 2 mereka mungkin tidak begitu mengejutkan. Sepanjang musim 2017-2018, roster ini memperlihatkan konsistensi yang luar biasa. Timing keputusan ini cukup di luar dugaan, mengingat The International 2018 belum dimulai. Biasanya kebanyakan tim akan mengubah roster mereka, terutama jika tim tersebut gagal meraih gelar juara.

Meskipun begitu ini adalah langkah positif untuk Virtus.Pro sebagai organisasi serta roster Dota 2 mereka. Dalam pernyataannya, CEO Virtus.Pro Roman Dvoryankin mengatakan bahwa “kontrak jangka panjang adalah hal yang jarang di esports, tapi penting untuk menjalin hubungan yang panjang. Dengan [kontrak] ini, kami mengambil langkah penting dalam mendorong kebijakan yang lebih kuat yang sudah diterima di dunia olahraga tradisional.”

Jika dilihat dari segi roster, Dota 2 adalah salah satu cabang esports yang termasuk paling tidak stabil. Hampir semua tim dijamin akan berganti roster setelah The International berakhir. Beberapa tim bahkan mengubah roster mereka di tengah musim apapun konsekuensinya.

Tren tersebut menguntungkan pemain, tapi sangat merugikan organisasi. Karena pada akhirnya audiens akan mengikuti pemain di manapun ia bermain, bukan mendukung sebuah brand atau tim siapapun pemain yang bermain di sana.

Sepanjang sejarah Dota 2, hampir tidak ada roster yang bertahan hingga dua musim penuh tanpa mengalami perubahan anggota. Baru setelah musim 2017-2018, Team Liquid dan Newbee memutuskan untuk tetap bermain bersama untuk dua musim, dan hingga hari ini belum mengubah roster sama sekali.

Jika dilihat dari situasinya, baik Virtus.Pro, Team Liquid, dan Newbee punya alasan untuk mempertahankan roster mereka. Ketiganya adalah tim yang kuat dan berprestasi sebelum kontrak mereka diperpanjang. Pertanyaannya, apakah tim lain baru akan meniru langkah yang sama jika roster mereka berhasil menjadi juara dunia?

Comments

comments