Vici Gaming Tutup Dota Pro Circuit 2019 Dengan Gelar Juara Di Epicenter Major

vici-gaming-juara-epicenter-major-featured

Vici Gaming menutup perjalanan Dota Pro Circuit 2019 mereka dengan gelar juara di Epicenter Major. Ini merupakan gelar Major kedua mereka setelah DreamLeague Season 11 dan memantapkan posisi mereka di tiga besar ranking Pro Circuit.

Setelah dominan di fase grup, Vici Gaming tetap terlihat kuat di babak playoff Epicenter Major. Gambit Esports yang jadi lawan pertama mereka di upper bracket playoff tidak bisa berbuat banyak. Melalui dua game cepat, Ori dan kawan-kawan berhasil mengatasi Gambit 2-0.

Baru di babak kedua Vici Gaming mulai mendapatkan perlawanan. TNC yang sepanjang turnamen ini terlihat on fire mampu mencuri game pertama dari Vici Gaming. Tapi pada akhirnya Vici Gaming tetap berhasil keluar sebagai pemenang dan bertemu Team Liquid di final upper bracket.

vici-gaming-juara-epicenter-major-miracle

Menghadapi Team Liquid yang bermain dengan roster baru, Vici Gaming tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 dan maju ke babak final. Tapi Team Liquid kemudian menantang kembali Vici Gaming di babak final setelah menghabisi Virtus.Pro 2-0 di final lower bracket.

Babak final dibuka dengan kemenangan untuk Team Liquid. Namun dua game berturut-turut Vici Gaming memperlihatkan dominasi mereka, membantai Team Liquid dan hanya perlu satu game lagi untuk keluar sebagai juara.

Game keempat tampaknya akan jadi milik Vici Gaming. Namun karena terus gagal mengakhiri pertandingan, Miracle yang menggunakan Arc Warden membuat Team Liquid bisa mencuri game keempat yang sangat sengit.

Sayangnya perlawanan Team Liquid sampai di situ saja karena Vici Gaming kembali tampil dominan dan membuat Team Liquid tidak bisa berbuat banyak. Vici Gaming keluar sebagai juara dan menyambut The International 2019 dengan catatan positif.


Hidup Mati Demi The International 2019

vici-gaming-juara-epicenter-major-boxi

Meskipun prestasi Vici Gaming layak diacungi jempol, cerita yang tidak kalah seru juga terjadi di bagian lain bracket. Sebelum turnamen ini dimulai, The International 2019 masih menyisakan empat slot untuk undangan langsung. Bagi beberapa tim yang bermain di Epicenter Major, turnamen ini adalah penentu apakah mereka bisa mengamankan satu dari empat slot itu atau tidak.

OG berhasil membuat kejutan di lower bracket, berhasil mengalahkan Evil Geniuses dan Team Secret di babak lower bracket untuk mengamankan satu slot undangan The International 2019. TNC yang tampil gemilang juga berhasil mengamankan slot mereka.

Beberapa tim yang juga tengah berjuang seperti RNG dan Forward Gaming sayangnya gagal mendapatkan hasil yang memuaskan dan tidak bisa menembus 12 besar Pro Circuit. Ini secara tidak langsung membuat Keen Gaming yang tidak ikut bertanding di Epicenter Major mengamankan slot mereka di The International 2019.

Satu lagi slot terakhir diperebutkan dua tim, yaitu Alliance dan Gambit. Entah kebetulan atau tidak, keduanya kemudian bertemu untuk benar-benar menentukan siapa yang layak jadi tim ke-12 untuk bermain di Shanghai Agustus nanti.

Meskipun tidak mudah terutama di game kedua, Alliance akhirnya berhasil menang dengan skor 2-0. Tim yang diisi mayoritas pemain rookie ini berhak maju ke The International 2019 sebagai wakil kelima dari Eropa.


Berakhirnya Epicenter 2019 menandakan akhir dari Dota Pro Circuit 2019. Berikutnya semua mata akan fokus pada The International 2019, dimulai dari kualifikasi terbuka yang akan berlangsung dua hari lagi.

Comments

comments