Tidak Puas dengan Juara Minor, Vici Gaming Juarai DreamLeague Season 11

vici-gaming-juara-dreamleague-season-11-featured

Setelah beberapa bulan terakhir sempat minim prestasi, Vici Gaming akhirnya kembali menjadi momok serius di Dota Pro Circuit 2019. Ini mereka buktikan dengan keluar sebagai juara DreamLeague Season 11 Stockholm Major, mengalahkan tim-tim kuat seperti Team Secret dan Virtus.Pro.

Vici Gaming hadir mengisi slot terakhir berkat prestasi mereka menjuarai Starladder ImbaTV Dota 2 Minor seminggu sebelumnya. Prestasi yang cukup signifikan mengingat sejak The Kuala Lumpur Major mereka absen di semua turnamen Pro Circuit.

Di fase grup DreamLeague Season 11, Vici Gaming tergabung di grup D, bersama dengan Na’Vi, Chaos Esports Club, dan tim favorit Evil Geniuses. Sepanjang fase grup mereka tampil cukup solid, finis di peringkat kedua dan mengamankan slot di upper bracket playoff.

Dalam babak playoff, Vici Gaming langsung dipertemukan dengan tim terbaik di Pro Circuit saat ini, yaitu Team Secret. Meskipun sempat kalah di game pertama, pada akhirnya Vici Gaming mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Setelah itu Vici Gaming berhasil mengalahkan dua tim kuat lain yaitu PSG.LGD dan Fnatic untuk maju ke babak final.

Lawan mereka di babak final tidak lain adalah Virtus.Pro, tim yang sudah langganan menginjak babak final turnamen Major. Dalam tiga game awal Vici Gaming mampu mendominasi early game dengan sangat mudah. Hanya saja di game dua Virtus.Pro mampu merebut kemenangan berkat Anti-Mage dari Ramzes.

Virtus.Pro kemudian tampil lebih baik di game keempat dan memaksakan game kelima. Namun pada akhirnya sebuah outdraft dan early game yang solid sekali lagi membuat Vici Gaming keluar sebagai pemenang dan menjadi juara DreamLeague Season 11.


Evil Geniuses Amankan The International 2019, Team Liquid Tersungkur

vici-gaming-juara-dreamleague-season-11-matumbaman

Tidak seperti Team Secret yang masih berhasil finis di empat besar, Evil Geniuses kali ini harus finis di posisi delapan besar. Namun hasil tersebut memberikan mereka poin yang cukup untuk mengamankan slot undangan ke The International 2019.

Fnatic yang finis di peringkat tiga di DreamLeague Season 11 juga nyaris mengamankan slot mereka di The International 2019. Mereka hanya perlu kurang lebih 400 poin lagi alias setara dengan posisi delapan besar di turnamen Major.

Secara keseluruhan tidak banyak kejutan yang terjadi di turnamen ini. Satu kejutan terbesar yang terjadi adalah terpuruknya Team Liquid di turnamen ini. Setelah hanya finis di posisi ketiga fase grup, mereka langsung gugur di babak pertama lower bracket setelah kalah di tangan Chaos EC. Ini membuat Team Liquid sejauh ini masih belum menuai prestasi signifikan di Pro Circuit.

Sumber gambar: Akun Twitter DreamHack Dota

Comments

comments