Team Secret Awal Musim dengan Menjuarai ESL One Hamburg 2018

team-secret-juara-esl-one-hamburg-2018-featured

Setelah berhasil mengalahkan Virtus.Pro dengan mudah, Team Secret melengkapi perjalanan mereka di ESL One Hamburg 2018 dengan keluar sebagai juara. Mereka berhak membawa pulang US$125.000 dan menyambut The Kuala Lumpur Major dengan momentum positif.

Team Secret mengawali hari terakhir ESL One Hamburg 2018 dengan menghadapi Virtus.Pro di final lower bracket. Kedua tim bermain dengan draft yang sama-sama kuat di game pertama. Team Secret pada akhirnya berhasil unggul berkat inisiasi serta eksekusi team fight yang lebih baik. Meskipun perlu waktu 40 menit, Team Secret berhasil merebut game pertama.

Memasuki game kedua, Virtus.Pro sepertinya kehabisan gas lebih dulu. Beberapa kesalahan krusial membuat Virtus.Pro kalah di hampir semua lane sejak early game. Dengan kekuatan push dari Enigma dan Venomancer, Team Secret sama sekali tidak memberikan ruang gerak untuk Virtus.Pro dan dengan mudah memenangkan game kedua untuk maju ke final menghadapi Vici Gaming.

Menghadapi Vici Gaming, Team Secret membuka babak final dengan kemenangan di game pertama. Vici Gaming kemudian berusaha membalas di game kedua dengan menggunakan support Weaver untuk Fade dan last pick Bloodseeker untuk Ori. Dua pick tersebut terbukti ampuh dan membuat Vici Gaming bisa memenangkan game kedua.

Support Weaver lagi-lagi jadi masalah untuk Team Secret di game ketiga. Berkali-kali upaya Team Secret membunuh hero penting Vici Gaming digagalkan dengan Aghanim’s Time Lapse dari Weaver. Ini membuat Team Secret terus kalah dalam team fight dan harus menyerah di game ketiga.

Vici Gaming memutuskan untuk tidak menggunakan Weaver di game keempat, terutama dengan hadirnya Treant Protector di lineup Team Secret. Kali ini giliran Team Secret yang mampu unggul hampir sepanjang permainan dan memaksakan game kelima untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara.

Dengan satu game tersisa, Team Secret menggunakan lineup team fight yang sangat kuat dengan Magnus, Monkey King, dan Silencer. Sementara Vici Gaming memilih lineup yang lebih standar dengan sekali lagi menggunakan Terrorblade.

Pertandingan cukup imbang sampai Vici Gaming memutuskan untuk mengambil Roshan tepat saat memasuki mid game. Sayangnya upaya mereka langsung digagalkan dengan Reverse Polarity yang berhasil menangkap empat orang. Vici Gaming kehilangan lima orang, Roshan, serta kendali permainan. Di atas angin, Team Secret kemudian mendapatkan beberapa kill penting dan memenangkan game kelima sekaligus keluar sebagai juara ESL One Hamburg 2018.

Comments

comments