Dua Tahun Belum Membayar Hadiah, Sponsor Utama AGES 2016 Ternyata dalam Proses Likuidasi

sponsor-ages-2016-likuidasi-featured

Kamu mungkin tidak tahu tentang “drama” uang hadiah AGES 2016. Jika kamu tahu dan ingat, sepertinya drama tersebut masih akan berlanjut. Siapapun yang masih menunggu honor atau hadiah dari turnamen itu juga harus menunggu lebih lama lagi jika memang uang tersebut akan cair.

Untuk kamu yang tidak tahu, Asean Games of Esports 2016 adalah sebuah turnamen esports skala Asia Tenggara. Layaknya turnamen seperti Olimpiade pada umumnya, turnamen ini mempertandingkan tiga cabang yaitu Dota 2, CS:GO, dan FIFA 16. Pemenang dari masing-masing cabang akan mendapatkan uang, begitu juga dengan negara yang memiliki akumulasi prestasi terbaik dari ketiga cabang tersebut.

Tim dari Indonesia juga ikut serta dalam turnamen tersebut. Meskipun tidak keluar sebagai juara, mereka finish di posisi yang membuat mereka berhak mendapatkan sedikit hadiah uang.

sponsor-ages-2016-likuidasi-pemenang

Dua tahun berlalu dan tidak satupun pemain yang mendapatkan uang yang menjadi hak mereka. Ini tidak hanya untuk tim dan pemain Indonesia, tapi juga semua orang, termasuk talent yang bertugas di sana.

Berbagai pihak sudah bertanya hingga berkali-kali dan menuntut hak mereka. Akan tetapi selain pernyataan di halaman Facebook September dua tahun lalu, tidak ada kabar lebih lanjut, baik itu dari penyelenggara atau Platinum Eden sebagai sponsor utama.

Kasus ini juga sempat disinggung ketika menteri pemuda dan olahraga Malaysia mengadakan jumpa pers setelah kontroversi yang terjadi di MSC 2018 lalu. Namun respon yang diperoleh hanyalah “kami akan menginvestigasi kasus ini”.

Posted by AGES 2016 on Tuesday, 6 September 2016

Greetings everyone!Here is the full statement and latest update on AGES 2016 by Platinum Eden Sdn Bhd.

Posted by AGES 2016 on Sunday, 25 September 2016

Kasus ini kemudian mendapatkan plot twist baru. Tanggal 9 Agustus, IGN SEA melaporkan bahwa Platinum Eden yang merupakan sponsor utama AGES 2016 sedang menjalani proses likuidasi. Artinya, perusahaan tersebut bangkrut dan terlilit hutang. Mereka harus menutup perusahaan dan “mencairkan” alias menjual semua aset perusahaan untuk melunasi hutang tersebut.

Kami tidak memiliki informasi seberapa besar hutang perusahaan tersebut. Namun bukan tidak mungkin Platinum Eden tidak bisa menyisakan uang untuk membayar pemenang dan talent AGES 2016 setelah mereka selesai membayar semua hutang yang ada.

Tidak cuma itu, dari artikel IGN, seorang pengacara juga mengatakan bahwa pemain juga harus membuat dokumen resmi agar dianggap sebagai kreditor untuk mengklaim uang mereka. Setelah itu, uang yang mereka terima mungkin kurang dari jumlah yang seharusnya karena biaya serta prosedur likuidasi.

Para pemain yang dirugikan juga sudah melakukan ini, salah satunya adalah runner-up FIFA 16 Boon “Shige” Shin, diikuti oleh banyak pemain lain. Tujuannya bukan lagi uang, tapi untuk memperlihatkan kepada penyelenggara bahwa pemain juga berani untuk memperjuangkan hak mereka melalui jalur hukum.


Masih banyak tanda tanya terkait kejelasan kasus AGES 2016 ini. Dalam jumpa pers, Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia akan membuat pernyataan terkait kasus ini. Apakah itu akan terjadi, apa yang akan disampaikan, dan apakah para pemain dan talent AGES bisa mendapatkan haknya, hanya waktu yang menentukan.

Comments

comments