Rekap Hari Keempat ESL One Hamburg: NA Gugur dari Turnamen

rekap-hari-4-esl-one-hamburg-2018-featured

Evil Geniuses mengawali hari keempat ESL One Hamburg 2018 dengan sebuah pembantaian di babak pertama lower bracket. Sayangnya, perjalanan mereka harus terhenti di babak berikutnya. Sementara itu Misery dan Pain Gaming berhasil mengalahkan Forward Gaming, membuat dua tim dari Amerika Utara gugur dari turnamen.

Menghadapi Complexity, Evil Geniuses membuka pertandingan dengan kemenangan berkat performa luar biasa dari Cr1t dengan Earthshaker. Lalu di game berikutnya Evil Geniuses membuat statement dengan mengalahkan Complexity hanya dalam waktu 16 menit saja. Ini jelas membuat Evil Geniuses menjadi lebih ditakuti dan pertandingan mereka menghadapi Team Secret di babak berikutnya jadi makin ditunggu.

Sementara di sisi lain lower bracket, Forward Gaming harus berhadapan dengan Pain Gaming. Forward Gaming membuka game pertama dengan draft dan early game yang sangat baik. Namun Pain Gaming mampu membuat berbagai play untuk membalikkan keadaan dan memenangkan game pertama.

Game kedua berjalan jauh lebih baik untuk Pain Gaming. Dominan sepanjang early game, Pain Gaming merebut game kedua dengan mudah, menggugurkan Forward Gaming dari turnamen.

Pertandingan terakhir di hari ketiga adalah antara Evil Geniuses menghadapi Team Secret. Menghadapi tim yang lebih kuat dari Complexity, Evil Geniuses terbukti sedikit kerepotan. Pada game pertama, Team Secret berhasil membungkam Arteezy yang menggunakan Drow Ranger, membuat Evil Geniuses kesulitan sepanjang pertandingan dan kalah.

Pada game kedua, Evil Geniuses awalnya unggul sepanjang early dan mid game. Namun beberapa team fight membuat Team Secret berhasil membalikkan keadaan hingga mengambil barracks.

Evil Geniuses bertahan sebisa mungkin, memaksa Nisha yang menggunakan Terrorblade membeli Divine Rapier. Evil Geniuses berhasil merebut Divine Rapier tersebut untuk Arteezy dan berusaha mengambil Roshan. Sayangnya, Team Secret berhasil memenangkan team fight di area Roshan dan memaksa Evil Geniuses menyerah.

Comments

comments