Panduan Hero Dota 2: Lifestealer

panduan-hero-dota-2-lifestealer-featured

Lifestealer adalah hero strength jarak dekat yang mampu menghabisi lawannya dengan cepat. Tidak cuma itu, sambil menyerang dengan cepat ia juga bisa menarik HP lawan serta mencegah lawan menahannya dengan spell atau skill. Ini membuatnya bisa bertahan cukup lama di tengah team fight selama ia bisa menyerang lawan terus menerus.

Berkat kemampuannya tersebut, hero ini sangat cocok dipasang sebagai carry. Namun ia tidak boleh tertinggal dalam hal farm dan momentum agar bisa berkontribusi dengan baik.

Kelebihan

  • Sangat sustain alias bisa bertahan hidup dalam team fight, mulai dari spell immunity, ultimate, serta lifesteal
  • Damage fisik yang sangat besars, bahkan di awal permainan
  • Skill yang ia miliki punya mana cost yang kecil

Kekurangan

  • Tidak punya disable dan crowd control yang kuat
  • Kecuali dengan Infest, ia tidak punya cara untuk mendekat ke lawan dan mudah ditarik-ulur
  • Cukup bergantung pada item agar bisa berkontrobusi dan berhadapan dengan carry lawan

Skill Build

1. Rage

Lifestealer mengamuk dan menjadi spell immune serta memiliki 100 persen magic resistance. Selain itu ia juga mendapatkan bonus attack speed selama beberapa detik.
panduan hero dota 2 lifestealer

  • Bonuns attack speed: 40/50/60/70
  • Durasi: 3/4/5/6 detik
  • Cooldown: 16 detik
  • Mana cost: 75

Rage adalah skill yang membuat Lifestealer tidak bisa dihentikan di tengah team fight. Tidak cuma itu, dengan bonus attack speed yang diperoleh, ia juga bisa menghabisi musuh dengan cepat jika bisa menjangkau musuhnya.

2. Feast

Tiap serangan dari Lifestealer akan memakan sekian persen dari HP lawannya menjadi damage serta lifesteal.
panduan hero dota 2 lifestealer feast

  • Jumlah HP lawan yang dimakan: 4,5%/5,5%/6,5%/7,5%

Skill pasif ini membuat Lifestealer sangat kuat menghadapi lawannya, bahkan lawan dengan HP tinggi sekalipun. Damage yang dihasilkan dari Feast dihitung berdasarkan persenan. Artinya semakin tinggi HP lawan, semakin besar juga damage yang dihasilkan dari Feast. Tidak cuma itu, karena bersifat lifesteal, HP yang kamu terima juga akan lebih banyak.

3. Open Wounds

Lifestealer merobek badan lawannya, menghasilkan movement speed slow. Rekan setim yang menyerang lawan yang berada dalam efek Open Wounds akan mendapatkan lifesteal dari semua damage yang dihasilkan (baik fisik atau magic).
panduan hero dota 2 lifestealer open wounds

  • Jarak cast: 200/300/400/500
  • Lifesteal: 50%
  • Movement speed slow: 70%, berkurang seiring waktu
  • Durasi: 8 detik
  • Cooldown: 24/20/16/12 detik
  • Mana cost: 140/130/120/110

Open Wounds adalah satu-satunya disable dan crowd control yang dimiliki oleh Lifestealer. Sekilas, skill ini hanyalah slow yang punya jarak yang buruk di level awal. Namun sebenarnya Open Wounds punya beberapa fungsi utility yang membuatnya harus digunakan dengan hati-hati.

Siapapun yang menghasilkan damage ke lawan yang menerima Open Wounds akan menerima lifesteal. Ini meliputi semua tipe damage, baik fisik, pure, maupun magic. Jadi, hero seperti Lina akan mendapatkan _lifesteal yang besar jika menggunakan burst damage ke lawan dengan Open Wounds.

Secara keseluruhan, skill ini adalah alat yang bagus di segala situasi, baik sebagai follow up inisiasi atau untuk bertahan hidup lebih lama di team fight.

4. Infest

Lifestealer masuk ke badan salah satu unit, kawan maupun lawan (kecuali hero lawan). Ia bisa keluar dari badan tersebut untuk menghasilkan damage AoE. Jika badan yang ia masuki adalah creep netral atau creep lawan, ia bisa mengendalikan creep tersebut untuk bergerak dan menyerang. Lifestealer juga akan mendpatkan heal sejumlah HP creep tersebut saat itu begitu keluar.
panduan hero dota 2 lifestealer infest

  • Jarak cast: 150
  • Radius damage: 700
  • Damage: 150/275/400
  • Cooldown: 100/75/50 detik
  • Mana cost: 50

Infest adalah skill yang unik dan memiliki banyak fungsi. Fungsi pertamanya adalah untuk alat inisiasi. Jika kamu menggunakan Infest ke rekan setim yang punya gap closing seperti Blink Dagger atau skill mobilitas lain, kamu bisa bersembunyi di sana. Tunggu rekan setim tersebut melompat mendekati target lawan, lalu keluar dan lakukan follow up damage untuk melakukan kill dengan cepat.

Kedua, Infest juga berfungsi untuk kabur atau untuk mendapatkan sejumlah HP di situasi genting. Saat kamu berada dalam kondisi low HP, masuklah ke salah satu creep lawan. Kamu bisa menggunakannya untuk kabur, atau keluar di saat yang tepat untuk menghasilkan damage dan kembali bertarung, tergantung situasi.

Aghanim’s Scepter Upgrade: Assimilate

Jika mendapatkan Aghanim’s Scepter, Lifestealer akan mendapatkan skill baru bernama Assimilate.

Assimilate memungkinkan Lifestealer memakan hero kawan. Selama berada di dalam, semua bentuk heal yang diterima Lifestealer akan diterima oleh hero yang dimakan. Hero yang dimakan bisa keluar dari badan Lifestealer dan menghasilkan damage layaknya Infest.
panduan hero dota 2 lifestealer assimilate

  • Jarak cast: 150
  • Radius damage: 700
  • Damage: 300
  • Delay sebelum bisa keluar_: 2 detik
  • Cooldown: 50 detik
  • Mana cost: 50

Berlawanan dengan Infest, Assimilate adalah skill yang memungkinkan Lifestealer menyelamatkan rekan setimnya dalam bahaya. Ini juga bisa menjadi sebuah bala bantuan kejutan jika kamu berhasil melakukan inisiasi ke salah satu lawan.

Namun, jujur saja, saya tidak menyarankan kamu untuk mendapatkan item ini karena fungsinya tidak begitu berguna bagi Lifestealer sebagai carry.

Talent Tree

  • Level 25: +1 detik durasi Rage atau +15 armor
  • Level 20: +25 movement speed atau +15% evasion
  • Level 15: +25 damage atau +250 HP
  • Level 10: +15 attack speed atau +5 semua stats

Pilihan Talent Lifestealer di level 10 sebenarnya tergantung preferensi dan situasi. Saya sendiri lebih suka pada piliha bonus stats karena menutupi kurangnya agility dan intelligence growth milik hero ini. HP dan tambahan damage yang diperoleh juga tentunya akan berguna. Kamu bisa memilih bonus attack speed jika ingin bermain lebih aktif pada kisaran level 10. Namun dalam jangka panjang attack speed yang kamu butuhkan harusnya sudah ditutupi oleh Rage dan item yang lain_.

Untuk level 15, kamu bisa mengambil bonus damage. Dengan attack speed yang tinggi berkat Rage dan item lain, bonus damage akan meningkatkan damage output yang kamu miliki. Lalu di sisi lain bonus HP tidak begitu penting mengingat Lifestealer punya strength growth yang cukup tinggi serta lebih bergantung pada Feast dan Open Wound di tengah team fight.

Pada level 20, ambil Talent evasion. Kamu harusnya sudah punya cara untuk mendekat ke lawan dan memiliki movement speed yang cukup untuk mengejar. Jadi yang kamu perlukan berikutnya adalah alat tambahan untuk selamat di tengah-tengah team fight, yaitu evasion. Apalagi Lifestealer sendiri jarang membeli item evasion seperti Butterfly, sehingga Talent ini akan sangat berguna.

Terakhir di level 25, ambil bonus armor. Lifestealer adalah hero dengan total armor dan agility growth yang rendah. Ditambah dengan tugasnya yang berada di tengah team fight, armor jelas membuatnya semakin sulit dibunuh.

Skill Build

panduan-hero-dota-2-lifestealer-skill-build

Build untuk Lifestealer umumnya berfokus pada survivability di early game. Kemudian setelah mendapatkan item pertama di mid game, ia akan fokus mencari kill atau team fight.

Untuk memenuhi survivablity di mid game, Lifestealer perlu dua level Feast sebelum menginjak level enam. Ini akan memberikanmu survivability tambahan di awal permainan. Efek lifesteal dari skill ini juga akan menguntungkanmu dalam hit trading atau melakukan harass, terutama menghadapi hero melee.

Sebelum menginjak level enam, ambil paling tidak satu level Open Wounds. Kamu hanya mencari efek slow dari skill ini yang memang tidak berubah di tiap level. Ke depannya kamu mungkin memerlukan tambahan jarak cast untuk skill ini. Namun selama kamu punya alat dan cara untuk mendekat ke depan lawan, kamu harusnya merasa cukup dengan Open Wounds level satu.

Setelah mengambil dua level Feast dan satu level Open Wounds, fokus untuk memaksimalkan Rage. Skill ini adalah alat utamamu untuk melakukan kill. Spell immunity yang diberikan membuatmu bisa menyerang lawan tanpa bisa dihentikan, dan bonus attack speed dari skill ini juga memungkinkanmu mendaratkan lebih banyak serangan.

Setelah itu kamu bisa memaksimalkan Open Wounds untuk mendapatkan jarak cast tambahan. Dengan begitu kamu tidak terlalu bergantung pada inisiasi yang terlalu spesifik dari rekan setimmu. Kemudian baru maksimalkan Feast terakhir. Memang, scaling dari Feast sebenarnya cukup bagus, namun 5,5 persen di level lima sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan damage yang besar.

Item Build

panduan-hero-dota-2-lifestealer-item-build

Untuk awal permainan, ambil beberapa item standar untuk carry, yaitu Stout Shield, regenerasi, dan Ironwood Branch. Jika kamu akan sering melakukan harass atau timmu sering melakukan rotasi ke lane kamu, ambil Orb of Venom begitu kamu memiliki gold yang cukup. Efek slow serta damage per detik dari item ini membuatmu bisa menghasilkan damage yang lebih besar untuk mengusir lawan.

Namun jika kamu bahkan sama sekali tidak bisa mendekati lawanmu, sebaiknya lupakan Orb of Venom dan fokus untuk mendapatkan item yang lebih penting.

Jika kamu bisa mendapatkan free farm, saya sarankan untuk mengambil Hand of Midas. Sebagai carry, Lifestealer bukanlah farmer yang cepat. Apalagi begitu memasuki mid game ia akan lebih sering mencari kill ketimbang farm. Jadi, Midas akan membantu dalam mengimbangi farm sepanjang permainan.

Untuk sepatu, pilihan terbaik untuk Lifestealer adalah Phase Boots. Selain tambahan damage, efek aktif Phase Walk dari sepatu ini juga akan sangat membantu Lifestealer mengejar lawannya. Ingat, satu-satunya cara agar Lifestealer menghasilkan damage adalah jika ia bisa memukul lawan di jarak dekat. Lagipula kamu juga tidak membutuhkan attack speed karena sudah disediakan oleh Rage serta item.

Item utama untuk Lifestealer adalah Armlet of Mordiggian. Ada banyak alasan mengapa item ini seolah dibuat untuk Lifestealer. Pertama, karena merupakan hero strength, Unholy Strength dari item ini akan sangat berguna untuk meningkatkan HP serta damage hero ini. Apalagi Lifestealer sendiri adalah hero yang ingin aktif mencari kill sejak mid game.

panduan-hero-dota-2-lifestealer-gameplay-3

Kedua, Feast dengan mudah membatalkan efek HP drain dari item ini. Tidak cuma itu, dengan Feast, kamu juga bisa bermain dengan armlet toggle dan selamat meskipun dalam keadaan sekarat menghadapi beberapa musuh tertentu.

Pilihan kedua yang paling populer setelah itu adalah Desolator. Karena sangat fokus pada damage fisik, efek Corruption yang mengurangi armor tentu akan membantumu menghasilkan damage yang lebih besar.

Beberapa item lain untuk Lifestealer juga terbilang cukup populer dan umum. Echo Sabre memberikan stats serta serangan tambahan, yang berarti damage tambahan. Skull Basher ke Abyssal Blade memungkinkanmu menahan lawan di satu tempat, membuatmu bisa mendaratkan serangan tambahan. Assault Cuirass memberikanmu armor yang merupakan kelemahan Lifestealer, serta memberikan pengurangan armor yang bersinergi dengan Desolator.

Sebagai item situasional atau alternatif, kamu bisa membeli Sange and Yasha jika membutuhkan movement speed dan attack speed tambahan. Jika kamu tidak memiliki alat inisiasi dan kesulitan untuk mendekati lawan, kamu bisa membeli Blink Dagger.

Gameplay

panduan-hero-dota-2-lifestealer-gameplay-1

Lifestealer adalah hero yang cukup oke di early game. Ia lemah ketika menghadapi hero jarak jauh, namun dominan jika menghadapi hampir semua hero melee berkat Feast yang memungkinkan trading dan harass yang menguntungkan.

Meskipun begitu, kecuali kamu berada dalam matchup 1v1 yang menguntungkan, saya sarankan untuk tetap mendapat penjagaan dari satu support. Tidak cuma itu, meskipun punya potensi kill, jangan terlalu agresif mencari kill awal kecuali jika timmu bisa menjaminnya dan fokus pada farming.

Lifestealer adalah hero yang tidak memiliki waveclear atau skill AoE. Ini berarti ia akan kesulitan untuk melakukan comeback begitu ketinggalan dalam farm dan level. Karena itulah, memaksimalkan farm di early game adalah kunci untuk bisa mendominasi mid game dengan hero ini. Atas alasan itu jugalah hero ini sering membeli Hand of Midas.

Teruslah melakukan farm hingga kamu bisa mendapatkan paling tidak satu item utamamu seperti Armlet atau Desolator. Setelah itu, mulailah aktif mencari kill apalagi jika kamu punya satu “kendaraan” untuk melakukan inisiasi.

panduan-hero-dota-2-lifestealer-gameplay-4

Mendapatkan kill dengan Lifestealer adalah hal yang mudah. Berkat Feast, Rage, dan satu item seperti Armlet of Mordiggian, kamu bisa membunuh lawan hanya dengan lima atau enam serangan dalam kisaran tiga detik.

Satu-satunya yang harus kamu lakukan aga bisa mendapatkan kill adalah bisa berada dalam jarak serang. Namun di saat yang sama itu jugalah yang menjadi masalah Lifestealer. Hero ini sama sekali tidak punya gap closing serta disable jarak jauh yang bisa diandalkan.

Begitu melihat Lifestealer muncul, lawanmu pasti dengan mudah akan menjaga jarak agar kamu tidak bisa menyerang. Jika itu terjadi, maka kamu akan ditarik-ulur dan bisa saja dibunuh tanpa bisa mendaratkan satu serangan pun.

Untuk bisa mendapatkan kill dengan mudah, Lifestealer perlu bantuan dari hero lain agar bisa berada di tengah-tengah team fight dan menghasilkan damage. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan Infest ke hero yang punya mobilitas tinggi, atau Blink Dagger.

Bersembunyilah dengan hero yang memegang Blink Dagger dengan Infest dan tunggu sampai ia bisa melompat tepat di depan lawan. Saat itu juga keluarlah dan lakukan follow up dengan Open Wounds, Rage, lalu serang beberapa kali. Dengan damage fisik yang besar, kamu harusnya bisa mengatasi sebagian besar lawan tanpa masalah berarti.

panduan-hero-dota-2-lifestealer-gameplay-2

Hero yang paling ideal untuk dijadikan partner dalam inisiasi adalah mereka yang punya disable. Pilihannya ada banyak, antara lain Batrider dengan Blink plus Flaming Lassoo, Slardar dengan Blink plus Slithereen Crush, Spirit Breaker dengan Charge of Darkness, dan Storm Spirit dengan Electric Vortex. Selama kamu punya hero seperti ini di dalam tim, kamu harusnya tidak punya masalah dalam urusan inisiasi. Jika tidak, kamu harus mencari cara untuk mendekat ke tengah _team fight.

Formula tersebut berlaku di semua situasi, baik itu gank maupun team fight. Berkomunikasilah dengan timmu dan lakukan ini tiap kali kamu memiliki Infest serta rekan setimmu siap melakukan inisiasi.

Seberapa besar potensimu di late game tergantung pada seberapa sukses mid game timmu berjalan. Timmu juga disarankan bisa mendapatkan keunggulan net worth dan item melalui team fight yang sukses. Dengan begitu, rekan setimmu bisa terus melakukan inisasi tanpa diganggu, atau malah bisa menyediakan opsi inisasi tambahan untukmu.

Namun selain itu kamu sendiri juga harus unggul atau paling tidak berimbang dalam item. Lifestealer adalah hero dengan armor yang kecil, padahal di fase late game kamu akan lebih sering menghadapi damage fisik serta disable yang lebih kuat. Jika kamu tertinggal satu item saja dari carry lawan, kamu mungkin akan kalah karena tidak bisa membendung damage dari lawan.

Tidak cuma itu, jia mampu mendapatkan item, lawan juga bisa membeli Force Staff yang merupakan alat yang paling kuat untuk melakukan kiting. Dalam situasi seperti itu, kamu dan timmu harus benar-benar berkoordinasi dan menentukan siapa target yang harus dibunuh segera dengan inisiasi Infest Bomb. Jika tidak, kamu akan mondar-mandir di tengah team fight tanpa bisa mendaratkan satu serangan pun.

Comments

comments