Panduan Dota 2: Mengenal Jenis dan Perbedaan Disable, Part III (Silence, Mute, Break, dan Disarm)

Panduan Bermain Dota 2 Perbedaan dan Jenis Disable Part 3 - Featured

Dalam Dota 2, ada beberapa disable yang sama sekali tidak menahan atau mengurangi kemampuan lawan untuk bergerak layaknya stun atau slow. Disable tersebut adalah silence, disarm, break, dan mute.

Meskipun tidak bisa menahan atau melambatkan musuh, jika digunakan ke hero yang tepat, keempat disable tersebut bisa menentukan apakah kamu berhasil memenangkan teamfight atau tidak. Masing-masing disable tersebut membatasi kemampuan yang berbeda dari lawan, dan saya yakin kamu perlu mengetahui masing-masing perbedaannya.

Baca juga: Mengenal Jenis dan Perbedaan Disable Part I (Stun, Sleep, Cyclone, Root, Banish)

1. Silence

panduan-dota2-perbedaan-disable-part3-silence

Hero yang terkena silence tidak akan bisa menggunakan skill atau spell aktif untuk sementara. Hero tersebut tetap bisa bergerak dan menyerang seperti biasa. Selain itu, semua skill pasif yang ia miliki juga masih berfungsi meskipun terkena silence. Jadi, Axe akan tetap bisa berputar berkat efek Counter Helix meskipun ia terkena silence.

Silence umumnya digunakan untuk mencegah hero yang licin karena memiliki skill mobilitas seperti Anti-Mage, Puck, atau Queen of Pain kabur dari gank. Tidak cuma itu, dalam teamfight, silence juga berguna untuk mencegah hero tertentu menggunakan skill penting seperti Chronosphere milik Faceless Void, atau Supernova milik Phoenix.

Ada banyak skill yang memberikan efek silence ke lawan, mulai dari Gust milik Drow Ranger sampai Global Silence milik Silencer. Item seperti Orchid Malevolence dan Bloodthron juga punya active ability yang memberikan silence. Untuk menghilangkan efek silence, kamu bisa menggunakan item seperti Manta Style, BKB, Guardian Greaves, atau Lotus Orb.

2. Break

panduan-dota2-perbedaan-disable-part3-break

Kebalikan dari Silence, break mematikan efek skill pasif hero, namun tidak mencegahnya menggunakan skill aktif. Hero tersebut juga tetap bisa bergerak dan menyerang seperti biasa.

Break biasanya digunakan untuk menghadapi hero yang sangat bergantung pada skill pasifnya. Beberapa contohnya antara lain Blur milik Phantom Assassin, Spell Shield milik Anti-Mage, dan Berserker’s Blood milik Huskar. Namun perlu kamu ingat bahwa break tidak mematikan efek pasif dari item. Jadi, jika Phantom Assassin musuh menggunakan Butterfly, ia akan tetap memiliki 25 persen evasion dari item tersebut.

Baca juga: Tips dan Trik Counter Hero Dota 2: Phantom Assassin

Saat ini hanya ada tiga sumber yang bisa memberikan efek break. Yang paling populer adalah item Silver Edge yang sering digunakan oleh hero seperti Slark atau Sniper. Doom milik Doom serta Demonic Purge milik Shadow Demon juga bisa memberikan efek break, namun keduanya harus memiliki Aghanim’s Scepter terlebih dahulu untuk itu.

Efek break termasuk dalam kategori debuff yang tidak bisa dihilangkan. Artinya, meskipun kamu menggunakan strong dispel seperti Dark Pact sekalipun, efek ini tidak akan hilang sampai durasinya habis.

3. Mute

panduan-dota2-perbedaan-disable-part3-mute

Hero yang terkena efek mute tidak akan bisa menggunakan active ability dari item seperti Mekansm atau Scythe of Vyse, namun tidak mematikan efek pasif item seperti evasion dari Butterfly atau magic resistance dari Hood of Defiance. Meskipun begitu hero yang terkena mute masih bisa menggunakan skill serta bergerak dan menyerang seperti biasa.

Sekilas, mute terlihat kurang berguna karena hero lawan pada akhirnya masih bisa menggunakan skill. Namun kalau lawanmu memiliki item dengan active ability yang sangat penting dalam teamfight, efek mute akan sangat berguna. Contohnya, jika kamu menghadapi carry yang sama sekali tidak bisa ditangkal ketika menggunakan BKB, kamu bisa mencegahnya dengan memberikan mute, lalu membunuhnya sebelum durasi mute habis. Hal yang sama juga berlaku jika lawan sangat bergantung pada item lain seperti Mekansm atau Blink Dagger.

Contoh skill yang memberikan efek mute antara lain Doom milik Doom serta Static Storm milik Disruptor yang memiliki Aghanim’s Scepter.

4. Disarm

panduan-dota2-perbedaan-disable-part3-disarm

Disarm mencegah hero menyerang, namun tetap bisa bergerak serta menggunakan skill dan item. Efek ini sangat berguna ketika kamu menghadapi hero yang sangat mengandalkan serangan biasa seperti Sven, Wraith King, atau Phantom Assassin.

Hanya ada satu item yang bisa memberikan efek disarm, yaitu Heaven’s Halberd. Sementara untuk skill, ada beberapa contoh seperti Deafening Blast milik Invoker serta Fate’s Edict milik Oracle.

Sama seperti break, efek disarm sama sekali tidak bisa dihilangkan dengan dispel. Jadi, kamu harus menunggu sampai durasi disarm habis sebelum bisa kembali menyerang seperti biasa.


Efek disable di atas kadang tergabung dengan efek lain pada satu skill yang sama. Overgrowth dari Treant misalnya, selain memberikan efek root, juga memberikan efek disarm. Namun Ensnare milik Naga Siren, meskipun juga memberikan efek root, tidak memberikan efek disarm. Jadi, pastikan kamu benar-benar mengetahui skill mana saja yang membeirkan efek disable yang saya sebutkan di atas.

Perbedaan Disable Dota 2

Comments

comments