Panduan Dota 2: Konsep Dasar dan Cara Melakukan Pulling

Panduan bermain Dota 2 konsep dasar dan cara melakukan pulling - Featured

Ketika bermain sebagai support di Dota 2, kamu punya beberapa tugas yang harus dipenuhi di awal permainan. Salah satunya adalah menarik creep atau populer dengan istilah creep pulling.

Kamu sendiri mungkin pernah mendengar atau malah sering melakukan pulling. Sesuai namanya, pulling adalah menarik neutral creep yang ada di hutan agar bertemu dengan lane creep timmu. Ini akan membuat lane creep berbelok masuk ke dalam hutan untuk melawan neutral creep tersebut.

Secara pengertian, pulling sebenarnya cukup sederhana. Tetapi masih banyak pemain yang saya temui belum begitu tahu mengapa dan kapan mereka harus melakukan pulling. Selain itu, kebanyakan pemain dengan Solo MMR menengah ke bawah (sekitar MMR 3500 ke bawah) hanya melakukan pulling yang sederhana dan tidak optimal, atau di saat yang tidak tepat.

Kali ini, kita akan membahas hal-hal dasar mengenai pulling, mulai dari mengapa dan kapan harus melakukannya, sampai beberapa cara melakukan pulling yang cukup umum.

Baca juga: Konsep dan Cara Melakukan Stacking

Tujuan Melakukan Pulling

Pulling memang bisa dilakukan kapan saja selama terdapat creep hutan yang akan digunakan. Tetapi bukan berarti kamu boleh melakukannya terus-menerus. Pulling yang efektif bisa menguntungkan siapa pun di lane, bukan hanya kamu yang melakukan pulling.

Mengembalikan Titik Temu Creep ke Posisi yang Aman

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-9

Salah satu cara support untuk mengamankan farm untuk carry di timnya adalah dengan menjaga titik temu creep di lane. Idealnya kamu ingin lane creep kedua tim bertemu tepat di depan, tetapi masih di luar jarak tembak tower. Dengan begitu carry timmu akan aman dari gank, dan kamu sendiri punya ruang lebih untuk melakukan zoning atau menjauhkan hero lawan dari titik temu creep.

Titik temu creep ini sering berubah, entah karena diganggu oleh hero offlane lawan, aura (misalnya Ring of Basilius) dan penggunaan skill tertentu (misalnya Acid Spray dari Alchemist), atau timmu melakukan kesalahan umum seperti melakukan auto attack ke creep musuh. Kalau situasi seperti itu terjadi, tugasmu adalah mengembalikan titik temu creep ini ke posisi yang ideal.

Ada banyak cara untuk mengembalikan titik temu creep, dan yang paling umum adalah “membunuh” lane creep sendiri dengan pulling. Hal ini akan membuatmu kehilangan satu gelombang lane creep dan memaksa titik temunya untuk kembali ke posisi yang lebih aman, apalagi jika saat itu posisinya berada di dekat atau di depan tower lawan.

Mendapatkan Sedikit Farm dan XP (Bonus)

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-8

Karena biasanya tidak akan diambil oleh carry yang ada di lane, kamu bisa mendapatkan semua last hit dari neutral creep. Ini adalah satu dari sangat sedikit cara bagi support untuk mendapatkan Gold tambahan di awal permainan, dan juga mendapatkan XP tanpa memotong “jatah” XP hero carry di lane.

Tapi ingat, tujuan utama pulling adalah menjaga titik temu creep. Masih banyak pemain yang seenaknya melakukan pulling, padahal titik temu creep di lane masih ideal. Akibatnya, carry yang ada di lane kesulitan untuk farming karena ia harus melakukan last hit di bawah tower sendiri.

Baca juga: Panduan Titik Observer Wards yang Umum

Beberapa Trik Pulling yang Umum

Ada beberapa metode pulling yang umum dan bisa kamu lakukan, mulai dari yang paling sederhana dan mudah, sampai yang memerlukan timing super akurat. Yang mana pun itu, kamu tetap memerlukan latihan untuk terbiasa dengan semua cara di bawah.

Single Pull

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-7

Single pull adalah metode paling mendasar dan diketahui hampir semua orang, meskipun sebenarnya pulling ini memiliki dua versi. Versi pertama adalah yang paling umum, di mana kamu menarik camp kecil yang ada di belakang tier 1 tower di safe lane. Untuk melakukannya, pancing creep hutan tersebut untuk mengikutimu sampai bertemu dengan dengan creep timmu yang sedang berjalan di lane.

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-3

Versi kedua adalah kamu menarik heavy camp dekat small camp di masing-masing sisi peta.

Caranya juga relatif mirip. Untuk Radiant, cara yang paling mudah adalah menarik camp ini keluar ke arah jam 3 atau 4 melalui sela-sela pohon. Untuk Dire, tarik camp ke arah jam 10, 11, atau 9.

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-5

Menarik small camp mungkin bisa dilakukan dengan cukup mudah. Namun heavy camp mungkin sedikit lebih sulit karena timing untuk melakukannya lebih sempit dan akan makin sulit lagi dilakukan pada malam hari karena vision yang terbatas.

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-1

Perlu kamu ketahui bahwa satu neutral creep biasanya tidak cukup untuk membunuh lane creep yang kamu tarik, bahkan heavy camp sekalipun. Artinya pulling akan membuat lane creep berikutnya lebih kuat minimal 25 persen karena ada sisa creep yang masih hidup dan kembali ke lane bersama dengan creep yang baru muncul.

Oh iya, menarik heavy camp ke samping juga bisa dilakukan oleh hero offlane lawan lho!

Stack dan Pull

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-4

Sebenarnya cara ini tidak ada bedanya dengan single pull pada small camp biasa. Bedanya sebelum melakukan pulling, kamu sengaja melakukan stacking terlebih dahulu agar camp tersebut lebih banyak dan kuat sehingga menjamin gelombang creep yang kamu tarik mati semuanya.

Untuk small camp, mati atau tidaknya gelombang creep sedikit tergantung pada apa isi camp yang muncul setelah kamu stack. Sedangkan untuk heavy camp, gelombang creep yang kamu tarik kemungkinan 99 persen pasti akan mati.

Pull Through atau Double Pull

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-6

Terkadang menunggu 30 detik sampai dua menit untuk melakukan stack terlebih dulu masih terlalu lama untuk memastikan matinya satu gelombang creep setelah pulling. Padahal kamu harus segera melakukan pulling karena titik temu creep di lane sudah terlanjur rusak. Di situasi ini, kamu bisa melakukan pull through atau double pull.

Biasanya cara ini dimulai dengan menarik small camp dengan cara single pull biasa. Ketika kamu melihat camp tersebut sudah hampir mati, bergegaslah ke heavy camp di dekatnya untuk melakukan pulling ke lokasi small camp.

Cara ini baru dikatakan sukses apabila heavy camp yang kamu tarik sampai di small camp tepat ketika isi camp itu habis, atau di saat lane creep yang kamu tarik akan kembali ke lane.

panduan-dota-2-konsep-dan-cara-melakukan-pulling-2

Trik ini relatif sulit, terutama kalau belum terbiasa. Celah untuk menemukan timing yang pas sangat kecil. Kalau terlalu cepat, heavy camp yang kamu tarik akan kembali ke posisi awal sebelum lane creep selesai membunuh semua isi small camp. Kalau terlambat, lane creep akan terlebih dahulu kembali ke lane.

Kamu perlu beberapa kali latihan untuk mempelajari timing yang tepat untuk melakukan ini. Sebagai saran, langsung posisikan dirimu di jalur pull through ini untuk melakukannya. Ketika small camp tersebut tinggal tersisa satu, bersiaplah menarik heavy camp.

Di detik berapa kamu harus mulai menarik heavy camp ke small camp untuk melakukan pull through ini? Well, hanya kamu yang tahu, karena kapan harus mulai melakukan pulling sangat bergantung dari camp yang muncul saat itu, sisa lane creep setelah pulling pertama, serta hero yang kamu gunakan.


Itulah beberapa hal mendasar tentang creep pulling yang perlu dikuasai seorang pemain support. Sekali lagi, pulling adalah trik yang susah-susah gampang. Kamu perlu sering mencoba dan membiasakan diri mengukur timing yang tepat, serta tentu saja momen yang pas untuk melakukannya.

Artikel ini sebelumnya saya rilis di Tech in Asia Indonesia, dan saya rilis kembali di Metaco mengikuti Dota 2 versi 7.00.

Comments

comments