Sejarah Tim RRQ, Sang Raja yang Berasal dari Konglomerasi MidPlaza
article-banner
Sejarah Tim RRQ, Sang Raja yang Berasal dari Konglomerasi MidPlaza
Estu Putro Wibowo
Mar 11,2021
share
like

RRQ pada awalnya dikenal sebagai Qeon Interactive yang didirikan di tahun 2012 oleh salah satu anggota keluarga MidPlaza Holding yang dikenal melalui properti dan layanan IT. Qeon sendiri pada awalnya dibuat untuk menerbitkan game-game online di Indonesia.

Sayang, Qeon masuk ke pasar game di Indonesia di masa kejayaan game online berakhir dan mulai digantikan oleh game mobile. Pada tahun 2013 Riki Kawano Suliawan sebagai founder Qeon Interactive memutuskan untuk banting setir dengan mendirikan RRQ (Rex Regum Qeon), dan menjadikan Qeon Interactive sebagai induk perusahaan RRQ.

Dari tahun 2013 sampai 2017 Riki lah yang menanggung semua kebutuhan RRQ. Namun di 2017, grup MidPlaza setuju untuk serius menggarap RRQ. Dari situ ditunjuklah Andrian Pauline (AP) sebagai yang semula bekerja sebagai Director of Sales and Marketing Qeon Interactive sebagai CEO RRQ hingga sekarang.

Di bawah komando Pak AP, RRQ menambah 3 divisi, yaitu Point Blank, PUBG, dan Mobile Legends. Ketiga game tersebut diyakini oleh Andrian sebagai game yang tengah berkembang di Indonesia.

Pada tahun 2017, RRQ merekrut 3 tim baru untuk memperkuat tajinya di industri esports Indonesia, yaitu RRQ Endeavour di Point Blank, RRQ.O2 di Mobile Legends, dan satu tim di PUBG PC yang umurnya relatif singkat. Sejarah RRQ menjadi Sang Raja pun dimulai.

RRQ Endeavour terbentuk dari akuisisi yang dilakukan kepada tim Endeavour 389 oleh RRQ. Tim tersebut pun langsung menjadi sorotan nasional dan dunia setelah timnya memenangkan sejumlah turnamen besar seperti PBNC 2017 (Point Blank National Championship 2017) dan PBIC 2017 (Point Blank International Championship 2017) mengalahkan tim AoeXe asal Rusia.

Tidak hanya di genre FPS, nama RRQ pun semakin melejit di ranah MOBA setelah tim RRQ.O2 terbentuk dan menyabet banyak prestasi di ranah nasional dan internasional. Padahal sebenarnya perjuangan AP mencari dan membesarkan tim Mobile Legends ini tidaklah mudah.

Masih di tahun yang sama, yaitu 2017, AP memutuskan untuk mencari tim Mobile Legends dengan merekrut tim yang sudah matang, namun proposalnya tidak membuahkan hasil. Akhirnya, AP mencoba untuk melakukan trial kepada tim O2 yang diketahui sering menjuarai turnamen online.

Hal unik terjadi ketika Pak AP mengundang tim O2 untuk menandatangani kontrak di Jakarta. Pada waktu itu, O2 yang beranggotakan Tuturu, Lemon, Marsha, Barrier, dan Instinct rupanya baru bertemu tatap muka satu sama lain di lokasi penandatanganan kontrak.

Meskipun begitu, AP mengaku bahwa performa mereka sebelumnya tidak dipengaruhi oleh faktor face to face. Terbukti dari banyaknya pertandingan online yang mereka menangkan ketika masih di bawah payung O2, apalagi setelah resmi bermain di gaming house RRQ pada akhir 2017, performa mereka semakin meningkat.

Setelah resmi di bawah naungan Rex Regum Qeon, tim RRQ.O2 pun segera melejit menjadi salah satu tim Mobile Legends yang disegani di Indonesia. RRQ.O2, yang kini berubah nama menjadi RRQ Hoshi setelah beberapa kali pergantian roster, tidak pernah absen dari Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL), liga Mobile Legends tertinggi di Indonesia.

Artikel Terkait

Tags:
BeritaMobile LegendsRRQ