Panduan Auto Chess: Combo Warlock

panduan-auto-chess-combo-warlock-featured

Warlock adalah combo yang mungkin sangat sering kamu temukan ketika bermain di Auto Chess. Baik lawan atau bahkan kamu sendiri pasti sering menggunakan paling tidak combo dua Warlock terutama saat memasuki late game.

Ini lumrah karena Warlock adalah salah satu combo pendukung atau pelengkap yang sangat kuat dan fleksibel. Combo ini memberikan daya tahan tambahan ke lineup kamu secara signifikan. Selain itu combo ini juga sangat fleksibel dan sangat mudah dicapai.

Efek Combo

Ketika efeknya aktif, combo Warlock akan memberikan lifesteal ke semua unit yang kamu pasang di atas board. Lifesteal ini tidak hanya berlaku untuk serangan biasa saja, tapi juga spell. Jika dimainkan bersama dengan unit yang punya spell AoE (misal Storm Shaman), unit tersebut akan mendapatkan lifesteal yang sangat besar.

Pada akhirnya, efek combo Warlock membuat lineup kamu bisa bertahan lebih lama di atas board. Ini tentu sangat berguna menghadapi lineup yang menghasilkan damage secara berangsur (bukan burst damage).

  • 2 Warlock: Semua unit kamu mendapatkan lifesteal sebesar 10% dari damage serangan atau ability
  • 4 Warlock: Semua unit kamu mendapatkan lifesteal sebesar 30% dari damage serangan atau ability
  • 6 Warlock: Semua unit kamu mendapatkan lifesteal sebesar 60% dari damage serangan atau ability

Kelebihan

  • Memberikan sustain tambahan ke lineup manapun

Kekurangan

  • Mayoritas unitnya ada di tier yang mahal

Unit

panduan-auto-chess-combo-warlock-unit

  • Desperate Doctor (Glacier/Warlock, 2 Gold) – Warlock paling murah dan satu-satunya yang memberikan stun. Karena dua aspek tersebut, unit ini selalu oke dimasukkan di lineup manapun dan kapanpun.
  • Poisonous Worm (Beast/Warlock, 3 Gold) – Dengan setup yang tepat, lineup ini bisa jadi momok bagi lawan karena ia bisa terus memunculkan minion kecil yang jika hidup sampai akhir ronde akan dihitung sebagai damage ke lawan. Sayangnya unit ini kadang kalah saing dibanding unit Warlock lain yang lebih efektif.
  • Soul Reaper (Egersis/Warlock, 4 Gold) – Mungkin salah satu Warlock terbaik di Auto Chess karena abiltiy-nya yang juga memberikan sustain dan damage dengan cooldown yang sangat singkat. Tidak cuma itu, ras Egersis yang ia pegang juga membuatnya cocok di banyak lineup.
  • Venomancer (Goblin/Warlock, 4 Gold) – Warlock yang cukup oke terutama di lineup yang bergantung pada damage fisik. Lalu tidak seperti Warlock lain, unit ini juga bisa berperan sebagai sumber DPS fisik.
  • Egersis Prophet (Egersis/Warlock, 5 Gold) – Meskipun mahal, unit ini sebenarnya cukup sulit untuk dibuat efektif karena perlu setup. Tapi karena memegang ras Egersis, ia bisa langsung mengaktifkan combo Egersis dan Warlock bersama dengan Soul Reaper.
  • Dark Spirit (Spirit/Warlock, 5 Gold) – Satu lagi Warlock yang masuk jajaran terbaik. Ability-nya yang menghasilkan damage berdasarkan persenan HP lawan membuatnya efektif menghadapi semua lineup. Saking efektifnya, kamu rela memasang unit ini meskipun tidak bisa mendapatkan benefit apa-apa dari ras Spirit yang ia pegang.

Rekomendasi Lineup

panduan-auto-chess-combo-warlock-gameplay-2

Karena pilihannya banyak dan terdiri dari beragam ras, Warlock selalu bisa dimasukkan di lineup manapun. Hanya saja Warlock mana yang ideal untuk masing-masing lineup tentunya berbeda.

Sebagai contoh, lineup Warrior-Glacier ingin punya Desperate Doctor dan Poisonous Worm. Ini karena Desperate Doctor merupakan bagian dari combo Glacier, sementara Poisonous Worm membantu mengaktifkan combo Beast jika kamu menggunakan Werewolf dan/atau Tusk Champion.

  • Tusk Champion/Werewolf
  • Berserker
  • Redaxe Chief/Swordman/Doom Adjudicator/Pirate Captain
  • Poisonous Worm
  • Desperate Doctor
  • Defector
  • Fortune Teller
  • Storm Shaman

panduan-auto-chess-combo-warlock-gameplay-1

Sementara jika kamu menggunakan Knight-Glacier, kamu lebih ingin punya Soul Reaper ketimbang Poisonous Worm. Ini karena jika kamu membawa Evil Knight, Soul Reaper otomatis mengaktifkan combo Egersis.

  • Frost Knight
  • Lightblade Knight
  • Hell Knight
  • Evil Knight
  • Desperate Doctor
  • Berserker
  • Fortune Teller
  • Soul Reaper

Hunter, Mage, Divinity juga kurang lebih punya preferensi yang sama untuk pilihan unit Warlock. Tapi jika kamu menggunakan Goblin entah itu sebagai unit garis depan atau lineup utama, Venomancer tentu jadi unit Warlock yang perlu kamu cari.

Memasuki end game, apakah kamu ingin mengganti salah satu Warlock tersebut dengan Egersis Prophet atau Dark Spirit tentu jadi pilihan dan kebutuhanmu. Tapi jangan lupa kamu juga bisa memasukkan keduanya sebagai unit yang efektif meskipun tanpa kontribusi combo.


Cara Membentuk

panduan-auto-chess-combo-warlock-gameplay-3

Mau dilihat dari sudut manapun, Warlock akan selalu jadi combo pelengkap atau pendamping untuk combo utama kamu. Karena itu jangan pernah memikirkan ingin mengincar combo Warlock sejak awal permainan.

Bentuk combo utama kamu terlebih dahulu. Jika dalam proses tersebut kamu menemukan Warlock yang cocok untuk lineup yang kamu miliki, simpan Warlock tersebut di bench sampai kamu punya slot kosong yang bisa diisi.

Ketika menginjak level delapan, kamu harusnya sudah memiliki lineup dengan combo yang jelas. Dalam posisi ini juga kamu harusya punya dua slot untuk memasang dua Warlock. Jangan khawatir tidak mendapatkan unit Warlock yang ideal untuk unit kamu. Sambil terus bermain kamu tetap bisa mencari Warlock yang kamu inginkan.

panduan-auto-chess-combo-warlock-gameplay-4

Setelah level delapan, pertanyaan berikutnya adalah apakah kamu ingin menggunakan empat Warlock atau tidak. Menaikkan 10 persen lifesteal menjadi 30 persen adalah power spike yang sangat signifikan. Tapi ini tentu sangat bergantung pada kondisi permainan dan kebutuhan saat itu.

Idealnya kamu ingin menggunakan empat Warlock saat menginjak level 10. Tapi jika kamu dalam kondisi tertinggal dan tidak mungkin menginjak level 10, sebaiknya gunakan slot yang kamu miliki untuk unit end game yang lebih efektif seorang diri seperti Tsunami Stalker.

Baca juga panduan Auto Chess kami yang lain:

Comments

comments