EVOS.AOV Berhasil Menenggelamkan Mimpi GGWP.ID di Grand Final ASL Season 1

Kemenangan yang diraih EVOS.AOV sangatlah tidak mudah. Mereka harus sekali lagi menghadapi lawan yang pernah membuat mereka takluk 2-0 saat AOV Star League Season 1 (ASL), yaitu GGWP.ID.

Partai final ASL Season 1 sendiri memiliki cerita yang cukup unik khususnya untuk GGWP.ID. Awalnya mereka adalah tim yang selalu berada di posisi 5 dan 6 klasemen dan diprediksi tidak mampu masuk ke ASL Playoff.

Namun sejak masuknya Susugajah yang mereka rekrut dari Saudara Esports, mereka mampu mematahkan prediksi itu. Tidak hanya mampu lolos ke playoff, mereka juga mampu melangkah ke final ASL setelah berhasil mengalahkan Saudara Esports dengan skor 2-0 serta Bigetron Esports juga dengan skor 2-0.

Di hari sebelumnya, kita juga melihat akan ada tiga tim baru yang akan masuk ke dalam ASL Season 2. Mereka adalah DG Esports dan RRQ NOVA serta penantang baru yang berhasil menjuarai ANC 2018 yaitu tim Saudara Esports Voc-Ikamil1 (SES Voc-Ikamil1).

GGWP.ID vs Saudara Esports

Saat game pertama berlangsung, GGWP.ID berhasil mengamankan Teemee, Xeniel, dan Lindis. Ketiga hero itu berhasil menghancurkan formasi yang sudah disusun oleh tim Saudara Esports.

Teemee dan Xeniel pun sebenarnya tidak boleh berada di dalam satu tim mengingat trio ini dikenal sangat kuat. Teemee bisa menghidupkan lawannya yang ketika mati dengan menggunakan ultimate Being a Bro dan Xeniel mampu menyembuhkan temannya dan datang saat ia dibutuhkan dengan menggunakan ultimate Angelic Splendor.

Dengan komposisi dua hero itu, GGWP.ID bisa bermain 4 vs 5, di mana Xeniel akan melakukan split push dan Teemee akan melindungi Lindis. Namun bila Lindis benar-benar terancam bahaya, Xeniel akan langsung teleport dari mana saja ia berada dan membantu Teemee untuk melindungi Lindis.

Pada game kedua saat draft pick berlangsung, Saudara Esports melakukan ban terhadap Teemee setelah melihat performa hero ini di game pertama. Namun hal yang sangat disayangkan adalah Saudara Esports malah memilih Chaugnar sebagai Observerer.

Chaugnar memang memiliki skill anti-crowd control dari skil pasifnya yaitu Faithful Herald dan dari skill ultimatenya Chaos Protection. Namun ia tidak terlalu berguna untuk menghentikan Lindis.

Dengan draft pick yang cukup buruk saat game kedua berlangsung, tim Saudara Esports akhirnya harus rela finish di urutan ke empat.

GGWP.ID vs Bigetron Esports

Momentum kemenangan yang dimiliki GGWP.ID masih sangat baik, karena mereka baru saja menang atas Saudara Esports. Hal tersebut dapat kita lihat ketika GGWP.ID menjamu Bigetron Esports pada laga selanjutnya. Dengan jeda hanya 20 menit mereka tetap bisa mengalahkan Bigetron Esports cukup cepat yaitu 12 menit dan hanya memberikan dua kill di game pertama.

Saat game kedua berlangsung, walaupun dalam keadaan sedikit tertinggal GGWP.ID tetap bertahan dengan gameplaynya mereka dan tidak membiarkan mental mereka jatuh. Mereka mulai mencoba untuk melakukan gank ke tiap hero tim Bigetron Esports yang muncul di minimap untuk memperbaiki networth yang tertinggal sambil melakukan farm sedikit demi sedikit.

Berkat kesabaran itu, tim GGWP.ID berhasil memangkas networth yang tertinggal dan mulai melakukan push berlima. Akhirnya mereka berhasil menghajar habis-habisan pertahanan Bigetron Esports yang sudah dibekali hero burst damage seperti Teemee dan Xeniel. Bigetron Esports harus rela kalah di tangan GGWP.ID.


GGWP.ID vs EVOS Esports

Dengan menerapkan permainan yang sangat cepat, GGWP.ID berhasil melaju sampai ke final. Namun pada saat game pertama final berlangsung mereka bermain tidak sebaik saat menghadapi Saudara Esports dan Bigetron Esports.

Gameplay mereka kembali seperti GGWP.ID seperti sebelum week ke lima berlangsung, di mana mereka tahu harus berbuat apa tapi mereka malah terus-terusan melakukan kesalahan. Namun menjelang EVOS.AOV mengakhiri pertandingan. Akhirnya mereka berhasil mengembalikan mental GGWP.ID yang sebelumnya dan berhasil menang comeback atas EVOS.AOV.

Namun kemenangan comeback itu harus terbayar lunas karena EVOS.AOV masih belum menunjukan mental mereka drop pada game tersebut dan malah mulai melakukan pembantaian terhadap tim GGWP.ID. Padahal awalnya GGWP.ID behasil menekan EVOS.AOV habis-habisan pada menit menit awal game kedua. Pembantaian tersebut malah berdampak negatif ke performa GGWP.ID, mereka malah harus menelan kekalahan tanpa bisa menghancurkan tower pada game kedua.

Keruntuhan mental tersebut membuat GGWP.ID harus mencari solusi bagaimana caranya mendapatkan momentum pada game sebelumnya. Namun lagi-lagi dengan kemenangan di game kedua, EVOS.AOV tidak memberikan GGWP.ID nafas. Mereka terus-terusan melukan invade ke jungle GGWP.ID dan tidak memberikan Susugajah farming sekalipun.

Pada game terakhir, kekalahan mental dan terbacanya strategi GGWP.ID membuat EVOS.AOV terus melaju dan keluar sebagai pemenang. GGWP.ID harus merelakan gelar juara yang ada di depan mata dengan menjadi runner-up pada Grand Final ASL Season 1 dan EVOS.AOV berhasil mengamankan posisi juara satu sekaligus menjadi wakil Indonesia untuk bermain di AOV World Cup 2018 Juli mendatang.


Sementara itu pada laga ASL di hari sebelumnya, playoff tiga team telah ditentukan untuk masuk ke dalam ASL Season 2. Melengkapi lineup yang telah diisi oleh Saudara Esports, Bigetron Esports, GGWP.ID dan EVOS.AOV. Ketiga tim tersesbut adalah DG Esports, RRQ.NOVA serta satu penantang terbaru di ASL, SES Voc Ikamil1.

Comments

comments