Danil “Dendi” Ishutin, Pemain Mid Dota 2 Paling Populer di Dunia

Profil Pemain Dendi | Featured

Danil Ishutin, atau yang lebih kamu kenal dengan nama Dendi adalah seorang pemain DotA dan Dota 2 veteran. Ia dikenal karena keterampilannya bermain secara kreatif di lane tengah ataupun setiap terjadi clash. Dendi juga tidak jarang mengejutkan pemain lain ataupun penonton dengan gaya bermainnya yang unik dan tidak mainstream.

Sudah Tertarik dengan Game Sedari Kecil

profil-pemain-dendi-picture-5
Tim WG (Axypa, Dendi, DkPhobos, Goblak, Travka). Sumber gambar: Natus Vincere

Dendi lahir di Lviv, sebuah kota besar di bagian barat Ukraina pada tanggal 30 Desember 1989. Sedari kecil, ibunya mengakui bahwa ia memang sudah memiliki ketertarikan besar pada dunia game. Ia memiliki sebuah komputer untuk pertama kali pada umur 6 tahun. Sebenarnya itu pun komputer milik kakak laki-lakinya, yang kemudian menikah dan akhirnya memberikan Dendi akses penuh untuk bermain secara bebas.

Ketertarikannya terhadap dunia game membuatnya mencoba judul-judul yang lebih kompetitif. Ia kerap mengunjungi warnet di kotanya untuk pada awalnya bermain Counter-Strike, namun kemudian Dendi meluangkan banyak waktunya untuk bermain Warcraft III. Meskipun ia bermain dalam kondisi internet yang lambat dan tidak stabil, Dendi tetap berlatih dan terjun ke berbagai kompetisi lokal.

Lama-lama, ia merasa bosan dengan Warcraft III sampai Dendi menemukan DotA yang waktu itu masih berupa mod di game tersebut. Bermula dari keisengan hanya untuk bersenang-senang saja, Dendi lambat laun merasa ingin menguasai game ini. Ketika pertama kali bermain, Dendi mulai belajar dari posisi support.

Langkah Masuk ke Dunia Gaming Profesional

profil-pemain-dendi-picture-3
Sumber gambar: Flickr ESL

Untuk bisa bermain di tingkat atas atau level profesional, seorang pemain harus bisa masuk ke dalam in-house league (IHL). Buat yang belum tahu, IHL adalah sebuah turnamen yang biasanya berjalan cukup lama dan para pesertanya terdiri dari para individu yang tidak tergabung di dalam satu tim. Nama-nama besar yang kamu lihat sekarang seperti Artour “Arteezy” Babaev dan Jacky “EternaLEnVy” Mao berasal dari IHL.

Setelah berhasil masuk ke IHL, Dendi kemudian membentuk tim lima orang untuk mengikuti berbagai turnamen DotA dan berhasil membawa timnya sampai ke turnamen besar di Kiev, ibu kota Ukraina. Dari situ, Wolker Gaming (WG) merekrutnya dan untuk pertama kalinya Dendi digaji sebagai seorang atlet esports profesional pada umur 17 tahun.

Kesulitan mencocokkan gaya bermain sebuah tim dengan masing-masing atletnya, Dendi kemudian berpindah-pindah ke Ks.int dan DTS Gaming selama beberapa tahun. Pada tahun 2007, Dendi berhasil menjadi anggota Tim Nasional Ukraina dalam turnamen MYM Prime Nations.

Di penghujung tahun 2010, Dendi akhirnya bergabung dengan Natus Vincere atau Na’Vi. Sepak terjangnya di Na’Vi bersama dengan Oleksandr “XBOCT” Dashkevych, Dmitriy “LighTofHeaveN” Kupriyanov, Clement “Puppey” Ivanov, dan Ivan “ArtStyle” Antonov berhasil membawa Dendi dan kawan-kawan meraih juara di The International 2011.

profil-pemain-dendi-picture-4
Sumber gambar: Natus Vincere

Hingga saat ini, Dendi masih membela Na’Vi. Meskipun seluruh rekan satu timnya sudah berbeda dari saat pertama kali ia bergabung, namun Dendi masih membuat Na’Vi, “Na’Vi”. Permainan tim asal Ukraina yang berpusat di sekeliling Dendi membuat Na’Vi menjadi sebuah lawan yang patut disegani.

Gaya permainannya yang kreatif, agresif, dan “tidak biasa” itu membuatnya mulai dikenal banyak orang. Ia juga merupakan pemain yang memprakarsai meta baru untuk beberapa hero. Misalnya Blink Dagger pada Nature Prophet, atau Earthshaker sebagai midlaner. Kemampuannya menggunakan hero Pudge pun ikut melambungkan namanya sebagai seorang pemain Dota 2.

Gamer Profesional Sekaligus Mahasiswa

Satu hal yang membuat saya kagum dengan Dendi adalah bagaimana ia selalu memiliki rencana cadangan dalam kehidupannya. Meskipun di dalam game kamu biasa melihat gaya permainan Dendi yang cenderung spontan, namun spontanitas itu tidak selalu ia bawa di dunia nyata. Ia memikirkan rencana hidupnya dengan matang, dan sudah memperhitungkan berbagai konsekuensi serta risiko yang ada.

Dendi adalah seorang sarjana IT lulusan tahun 2011 dari Ukrainian Academy of Printing. Ya, meskipun ia sudah dikontrak oleh WG pada tahun 2006 dan dibayar untuk bermain DotA (rasanya sudah menjadi impian setiap gamer di seluruh dunia), Dendi memutuskan untuk tetap bersekolah hingga ke jenjang universitas sebagai rencana cadangan.

“Jika kamu tidak menikmati apa yang dilakukan, maka tidak ada gunanya untuk melakukannya meskipun orang tuamu berkata demikian. Di saat yang bersamaan, kamu harus pintar dan paham jika gaming bukanlah jalanmu, pastikan terdapat hal lain yang bisa dilakukan. Sekarang banyak sekali peluang di luar sana, dan kamu harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya” – Dendi

Sumber: LiquidDota

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: